Kamis, 04 Desember 2025

Surga Neraka dalam Sehari

 Sesungguhnya dalam setiap kesulitan ada kemudahan dan sesungguhnya dibalik kemudahan ada kesulitan yang mengiringi, begitulah fluktuasi kehidupan, karaena ketika hidup telah melandai maka pebelajaran telah usai jam pelajaran telah berakhir dan itulah saat yang tepat untuk pulang. Artinya saat masih menemui up down naik turun susah senang,,bersyukurlah masih ada waktu untuk hidup untuk belajar, jam pelajaran belum usai atau bahkan disuruh remidi.

Hari ini aku ingin memakanai hal kurang nyaman sebagai neraka, yang yang terasa nyaman  sebagai SURGA. bolehlah kiranya diri ini berlatih menerima kenyataan seapa adanya. Karena hidup  tak bisa  dipaksa semua mengalir, semua datang pergi silih berganti. 

Kelalaianku membawa konsekuensi lumayan panjang, hanya karena tidak teliti membaca, membawa kompensasi kekecewaan beberapa orang. pada akhirnya  kadang manusia dipaksa mengakui bahwa dia manusia yang terbatas segalanya. kata maaf kiranya yang bisa diucapkan. Dimaafkan atau tidak tak ada bedanya. aku telah memaafkan diriku sendiri. dan telah melepaskan rasa bersalahku. dan mengijinkan diriku mendapatkan aliran ampunan-Nya


Dibelahan bumi lain anak itu sedang berburu kendaraan idamannya, beberapa orang menawarkan dengan harga  jauh dari harga pasar, dan diputuskan itu indikasi penipuan. orang kelima menawarkan dengan harga yang masuk akal unit ready tangan pertama dan dipakai sendiri. penantian panjang menunggu kendaraan idaman itu akhirnya datang juga.. kiranya ucapan syukur Alhamdulillah.


SURGA NERAKA DALAM  SATU FRAME HARI




Minggu, 26 Oktober 2025

BRIGADE PANGAN MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN

    Empat program utama pemerintahan Presiden Parbowo adalah swasembada pangan, makan bergiszi gratis, ketahanan energi dan hilirisaasi.  Dalam beberapa kesempatan yang berbeda presiden menyampaikan Indonesia harus mencapai swasembada pangan dalam waktu 4 tahun, pada kesempatan yang lain swasembada akan mampu dicapai dalam rentang waktu 3 tahun bahkan harus sudah mulai bisa dicapai ditahun pertama pemeritahannya. Hal tersebut menandakan betapa program swasembada pangan harus digarap dengan sangat serius.

    Keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan adalah dengan dibentuknya Brigade pangan. Brigade pangan adalah program dari Kementeian Pertanian yang bertujuan meningkatkan produktifitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dengan cara mengajak masyarakat khususnya generasi muda generasi milenial bahkan Gen Z agar mau terlibat pada sector pertanian, sehingga terjadi regerasi petani dan penumbuhan wirausaha muda pertanian.

Selain melibatkan generasi muda disektor pertanian tujuan lain pembentukan Brigade pangan, 

- terlaksananya penambahan luas tanam dan panen melalui peningkatan            Indeks  penanaman sehingga produksi meningkat.

- Terbukanya lapangan pekerjaan bagi generasi muda dengan menjadi anggota brigade pangan

- Meningkatkan penumbuhan ekonomi ditingkat desa

- Terbentuknya kemandirian petani dalam penyediaan sarana prasarana pertanian

Brigade pangan beranggotakan 15 orang dengan luasan lahan olah 200 ha, meliputi optimalisasi lahan (oplah) maupun cetak sawah rakyat (CSR). Proses pembentukan Brigade Pangan dimulai dari

-        petani mengajukan pembentukan brigade pangan ke BPP melalui penyuluh pertanian setempat

-  melakukan musyawarah dalam proses pembentukan brigade pangan menyiapkan dan menyerahkan berkas persyaratan administrasi.

-   Pengusulan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diperlukan secara berjenjang ke Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian setempat

-           Penginputan Brigade Pangan pada aplikasi SIMLUHTAN

Selanjutnya brigade pangan mendapatkan fasilitas sarana produksi pertanian meliputi benih, pupuk, pestisida, herbisida, dolomit, tractor, rotavator, drone seeder, mesin penanam benih, pompa air dan lain sebagainya.

Dalam bekerja brigade pangan menganut pola kemitraan yang saling menguntungkan yang dilaksanakna dalam kurun waktu 5 tahun dengan pemilik lahan, dan sharing profit 70% untuk brigade pangan dan 30% untuk pemilik lahan. Dengan luasan lahan olah 200 ha diproyeksikan brigade pangan berpenghasilan 10juta/bulan. Dengan asumsi dalam satu musim tanam total biaya produksi 1,97 M, omset 4,55 M (provitas 3,5 ton/ha, harga gabah 6,5rb/kg)  keuntungan usaha tani 2,58 M dengan proporsi BP dan alsintan 70% maka potensi keuntungan usaha tani BP 1,87 M pendapatan petani milenial 10,37 juta/bulan.

Pecapaian sebagaimana yang diperkirakan tentu bukan hal yang mudah sehingga ditahap awal, brigade pangan mendapatkan pendampingan dari tenaga penyuluh pertanian dengan tugas utama melakukan pendampingan brigade pangan dalam konsolidasi dengan pemilik lahan, penyusunan dan pelaksanaan kerja sama, mendampingi kegiatan budidaya tanaman padi sehingga mampu meningkatkan indeks pertanaman mulai IP 1 sampa dengan IP 3, artinya lahan musim tanam yang dikelola, mampu menghasilkan sekali panen dalam setahun hingga tiga kali panen dalam setahun.


Swasembada pangan sangat mungkin diraih

Meski tak mudah

Sabtu, 26 Juli 2025

Puisi Yang Tak Puitis

Terimakasih  atas hari yang penuh cinta
Tubuh sehat yang penuh tenaga
Kata-kata yang terdengar penuh makna
Berkah darimu alam semesta

maturnuwun..!!!!

Senja  bergeser menyambut malam
Suara burung berganti dengung sayap nyamuk
tubuh mulai merunduk
tiba waktunya untuk meringkuk

Kalau hanya dipikir maka hidup akan getir
Andai cuma dipandang maka bisa meradang
kalau bersyukur maka akan akur

Setuju to..!!

Kotabaru 26th, July 2025 21.26 WITA


Hukum paradoks tak terelakkan
Menikmati terik sinar matahari menyehatkan dan membahagiakan
walau membuat kulit menjadi legam
dan aku memilih sehat dan bahagia 
karena dua banding 1 kumaknai sebagai menang


Siang hari menghadiri undangan
undangan ulang tahun dan khitanan
Masih gagap budaya di Kalimantan
Menghadiri undangan orang yang tidak dikenal

Kenapa jadi pantun ya..ya sudahlah..


Kembang telang indah nan ungu
Dia mekar sebentar lalu layu
Begitu juga hidupku..
hari ini indah, mungkin besok akan sendu

itu pasti.... karena hidup tentang menerima dua rasa   


Hujan deras ditengah terik matahari
tetesan air menyilaukan terpendar cahaya surya
aroma tanah basah menyapa ramah masuk ke hidung
akan tetapi basahnya hanya sesaat, hilang lenyap dipeluk bumi 

itu kejadian siang tadi....hehehe..


temaram surya menuju peraduan
meninggalkan semburat warna jingga
sayup-sayup terdengar panggilanNYa
tiba saatnya kita men-jeda

maghriban lurr....


Hitam pekat tapi bukan kopi
menutupi diri tanpa hilang jati diri
tempat nyaman untuk bersembunyi
dari rasa yang terpatri...

apa maksude...
maksude wis bengi wayahe turu

22.00 Kotabaru July 27th 2025


Gemericik air kran dipagi hari
dingin menyegarkan muka.
kala basuhan  pertama terbukanya mata
menyambut hari yang sarat makna

deru asap motor mengepul di udara
melaju santai di jalan raya
tersenyum diri melihatnya dan berdoa
semoga Tuhan ijinkan berkahNya menyapa


kembali membuka tulisan lama
terkenang lagi akan cerita
cerita usang menjadi canda 
mebiarkan diri tetap gembira

nyambung ga sih...wis sakarepku 

Kau datang menari dimata
dengan senyum khasmu penuh pesona
rasa diri hampir tergoda
padahal tak lagi kau bertahta

#kelinganm

Sore menjelang pulang
rasa lapang datang mengulang
ada rindu yang menyeberang
pada tuan yang memanggil sayang

#sapa


ufuk barat merona jingga
burung seriti terbang mengembara
bagaimana ku mengolah rasa
yang sedang teraduk setengah luka

tuntas nugas hari ini
mengabdi pada negeri sampai diujung bumi
pada akhirnya akan mengisi hati
saat semua telah purna bakti

Pagi datang mengulang 
Ada cerita  yang sedang menantang
Jalan berliku serta berlubang 
Penempa diri agar tak mudah tumbang

#dakfisiktaha2 kotabaru 21 oktober 2025

Sore menjelang malam
Kututup hari dengan senyuman 
Tulus murni bagai pualam 
Guna meredam kegalauan

Sebelum mata terpejam
hujamkan rasa syukur terdalam
sejenak tengok ke belakang 
ternyata
semua yang datang membawa pesan Tuhan

#ngantuk kotabaru 21 oktober 25

Sepi digelap malam
Menekuri diri yang kadang tenggelam 
Dalam diam penuh perasaan 
Tersadar semua harus dikembalikan


terik matahari menyilaukan nurani
panasnya terasa sampe ke relung hati
bukan karena tak lagi di hati
karena memang harus berhenti


Malam melarut
Dalam dekap pekat sang gulita
Diam seribu bahasa 
Namun rasa tetap berbicara 

Ketika lututmu mulai bersuara
dia berkata
dirimu menuju renta
hiduplah dengan bahagia
terima semua jalan cerita
tak guna meronta


Kusambut pagi dengan riang
Walau langit penuh mendung melayang 
Bersiap upacara sayang 
Selamat Hari OEANG!!!

pagi hari di kotabaru 30 Oktober 2025


Yin Yang selalu bertautan
merangkai cerita tentang kehidupan
mengalir mengalun ritme dan ketukan
sampai akhirnya tuntas pembelajaran

Hujan mengguyur menjelang petang 
Percikannya dingin menyejukkan 
Gemuruh lembut yang menenangkan 
Jiwa -jiwa yang sedang melayang.

Senyum manis menyambut pagi
sinar matahari hangat menyapa bumi
apa kabarmu wahai diri sejati 
sudahkah kamu memberi arti

Tabur tuai hukum semesta
kau tanam baik maka menuai baik
sebarkan saja  terus ke semesta
tanpa pernah mengaharap dia kembali

sungguh ketulusan selalu berbalas ketulusan, 
walau mungkin balasan itu tidaklah instan
ijinkan berpikir  menjeda menjarak dan mengendapkan, 
hingga  tulusmu menyentuh perasaan

Engkau memberi begitu banyak
bagaimana mungkin aku masih meminta
maka
ijinkanlah aku belajar memberi 
hingga lupa cara meminta

Renungan Kotabaru 17 Desember 2025

Malam melarut dalam diam
Menutup terang berganti kelam
Sayup terdengar buaian alam
Tiba saatnya ku ucapkan selamat malam 🌃

Kotabaru, 21 Desember 2025 22.03 Wita

naik turun emosi tak terprediksi
dipantik situasi dan kondisi
tapi mari kita cermati
bukankah diri ini sebagai pengendali


sinau lagi Kotabaru 23 Desember 2025

Waktu bergulir bagai roda
Mengantar diri menuju senja 
Mari
Sejenak men-jarak dan menjeda
Berharap nafsu dan amarah terus mereda

Waktu bergerak bagai roda
semua sebagai pergantian waktu semata
mari 
menjarak dan menjeda
berharap diri mendewasa tak sekedar menua

Kotabaru 31 Desember 2025

Hujan deras di gelapnya subuh
Rintiknya terdengar begitu riuh
Di dermaga nelayan membuang sauh
Tiba saatnya kapal berlabuh

Kotabaru Dini hari 3 Januari 2026

luka perih buatan sendiri
merajut asa berlebih tak tahu diri
atas anugrah sang Ilahi 
karena tak pandai menyukuri

luka dalam kian menenggelam
pada lubuk yang menghujam
tak pantas diri terus menggenggam
pada apa yang harus dilepaskan

#lettinggo



Jumat, 04 Juli 2025

Dua Jimat Keramat

 


Aku memiliki 2 ibu, ibu kandung dan ibu mertua, dua-duanya Wanita hebat dimataku, Ibuku memiliki 5 anak 4 perempuan 1 laki-laki, sedangkan ibu mertuaku memiliki 5 anak juga 3 perempuan 2 laki-laki. Beliau berdua karakternya sangat berlawanan, ibuku sangat pendiam ataua dalam bahasa umum introvert sedangkan ibu mertua sebaliknya sangat terbuka atau extrovert. Perawakan ibu tinggi besar dan ibu mertua dengan perawakan pendek dengan otot yang kuat nan kokoh.

Ibuku terlahir dimasa revolusi, sekitar tahun 1947 atau 1948 dimasa itu sepertinya pendokumentasian belumlah menjadi kebutuhan yang mendesak, kelahiran seseorang seringkali hanya diingat-ingat dengan peristiwa yang terjadi missal bersamaan dengan banjir bandang, atau bebarengan dengan gunung Meletus, pun dengan penamaan terkadang juga untuk menandai peristiwa yang terjadi.

Budaya patriarki amat kental di era itu, dimana peran perempuan tidak jauh-jauh dari dapur, sumur dan kasur. Tidak banyak peran yang bisa diambil perempuan kala itu. Tunduk patuh para lelaki sebagai suaminya apapun kondisinya dan bagaimanapun perangainya.  Beberapa kali aku menjumpai beliau menangis dalam diamnya, kala itu diri ini belum paham apa yang sebenarnya sedang dirasakan olehnya. Kini setelah merasakan berumahtangga ternyata seberat itu yang harus dijalani. Sehingga dengan budaya patriarki tentu jauh lebih berat lagi. Dilarang protes bahkan tak pernah secara ekplisit mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya, pilihannya adalah nrimo dan pasrah menjalani kehidupan.

Ada saat dimana ibuku nampak begitu bahagia dalam diamnya, tubuhnya begitu segar di tahun 1996 ketka anak pertamanya pulang Kembali ke kampung setelah lama merantau, anak kedua sudah memulai membangun rumah tangganya dan anak ketiga diterima kerja, sedangkan anak keempat dan kelima masih sekolah. Dan beliau tetap pendiam dalam bahagianya tidak ada ekpresi yang berlebihanm wajahnya cerah senyumnya sumringah, itu saja yang nampak.

Fluktuasi kehidupan tak dapat dihindari, rupanya ibuku diuji ketahanan mental dalam diamnya dengan kondisi rumah tangga salah satu anaknya yang gonjang ganjing, begitu menguras emosi dan energinya, yang akhirnya nampaklah guratan kesedihan di raut wajahnya, senyum sumringahnya memudar, tubuhnyapun ikut merenta, dalam kondisi demikian, belaiu sangat luar biasanya beliau tetap tabah mampu melewati badai tersebut, berdiri kokoh dalam diamnya, tanpa curhat tanpa airmata, hanya sujud di malam hari sebagai tempat singgah yang menenangkan qalbunya.

Diujung masa hidupnya beliau terkena serangan stroke pada tahun 2019 tepatnya ditanggal 20 Oktober, pengobatan dilakukan terapi dilakukan apadaya faktor usia dan semangat hidup yang tak lagi menyala, membuat kondisi beliau terus menurun, tepat di hari Jumat 6 Agustus 2021 beliau kembali pulang kepada Pemilik sejatinya Allah Swt. In memoriam Ibuku Terima kasih teladan sabarnya.

Sungguh kepribadian yang sangat bertolak belakang, ibu mertuaku orang yang super extrovert, lugas, tegaas tanpa basa-basi. Omongannya kasar tapi memiliki hati yang sangat tulus, helpfull, sangat dermawan kepada siapapun, ga peduli keluarga ataupun orang lain, orang yang telah dikenal lama maupun yang baru dikenal. Beliau tidak memiliki pikiran jelek pada orang lain dan sangat pemaaf.

Ketika Bulan Ramadhan tiba beliau begitu antusias menyambutnya. Beberapa hari menjelang beliau akan melakukan perjalanan menuju cucu terjauh dan terbanyak. Kegemaran memasaknya sangat dinantikan cucunya, rendang, ayam goreng, sop iga, pindang tulang adalah menu andalan yang sangat digemari cucunya. Sop buah menjadi andalan minuman untuk buka puasa. Beliau begitu bahagia tatkala semua masakan ludes dalam sekejap, makin bersemangatlah beliau memasak.

Dua puluh hari Ramadhan berlalu, tibalah saat sepuluh hari terakhir. Itikaf di masjid merupakan salah satu moment yang membahagiakan beliau, selain memperbanyak ibadah, ada satu malam dimana beliau mendapatkan jatah masak bagi seluruh jamaah di masjid untuk sahur bersama, sop iga  menu andalan beliau yang pastinya disukai semua jamaah.

Setiap kelahiran cucunya beliau selalu mengusahakan hadir, dari 13 cucu beliau hanya 2 orang cucu yang tidak mendapatkan sentuhan beliau pasca kelahiran. Bahkan pernah suatu ketika beliau menghadiri kelahiran 3 cucunya yang yang hanya berselang beberapa hari dengan jarak yang berjauhan Surabaya, Jambi, Lampung. Itu dilakukan karena cinta dan sayangnya kepada anak cucu.

Suatu ketika menjelang anak keduaku lahir beliau sampai jam 2 siang setelah menempuh perjalanan Lampung Surabaya dengan naik bis. Karena tanda-tanda kelahiran makin jelas, tanpa istirahat kami ke rumah sakit dan 4 jam kemudian cucunya lahir. Malam-malam menantunya ini kalaparan pasca melahirakn dan beliau berjalan sendirian di Lorong rumah sakit yang sepi , mencari makanan apa saja agar menantunya bisa makan.

Pengalaman mendebarkan bersama ibu mertua  terjadi lagi saat aku melahirkan anak ke-3, terjadi pendarahan hebat 2 jam pasca melahirkan. Terasa ingin kencing dan bidan menyuruhku turun dari bed untuk kecing di kamar mandi. Bersamaan dengan kencing keluarlah darah segar seperti kran air. Sayup-sayup terdengar kepanikan bidan perawat dan ibu mertua ternyata aku pingsan karena terlalu banyak darah keluar. Segera badanku diangkat kembali ke bed dan dilakukan tindakan sesuai sop. Alhamdulillah kecekatan dan kesigapan ibu mertua menjadi kepanjangan tangan Allah menyelamatkanku.

Ketika waktunya sudah tiba ternyata seribu jalan menuju kepulangan. Virus Covid -19 yang sempat singgah di tubuh ibu mertua rupanya menajadi awal jalan kepualangan beliau, pasca Covid-19 tubuh beliau mulai menurun, tak lagi gesit seperti dulu, jalanpun mulai oleng sering terjatuh tanpa sebab dan mengakibatkan beberapa retakan di tulang belakang. Pengobatan dan terapi terus dilakukan akan tetapi sepertinya semangat beliau untuk sembuh telah terkikis oleh kondisi fisik yang terus melemah. Pada akhirnya beliau menyerah pada takdir , tepat malam takbiran 10 Dzulhijjah 1446 atau Jumat, 6 Juni 2025 beliau berpulang. In Memoriam Ibu mertua terima kasih teladan tulus dan baiknya hati. Dua jimat keramatku berpulang di Hari Jumat.

 

 

 

 

Jumat, 23 Mei 2025

Selayang Pandang Dana Desa Kabupaten Kotabaru

Kabupaten Kotabaru adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan dengan pusat kota berada di Pulau Laut yang terpisah dari Pulau Kalimantan. Wilayah Kabupaten kotabaru meliputi gususan pulau kecil dan besar menurut data statistik jumlah pulau di kabupaten Kotabaru sebanyak 137 pulau, terdiri dari 22 kecamatan, 4 kelurahan, dan 198 desa.

Tahun anggaran 2025 Kabupaten Kotabaru mendapatkan Alokasi dana desa sebesar  Rp167.018.640.000,- yang dirinci untuk 198 desa. Sesuai ketentuan, penyaluran Dana Desa yang berasal dari APBN disalurkan dalam 2 tahap, yaitu tahap I paling lambat tanggal 15 Juni dan tahap II paling lambat mengikuti ketentuan langkah-langkah akhir tahun 2025.

Sampai dengan Bulan April 2025 Kabupaten Kotabaru telah menyalurkan dana desa sebanyak 109 Desa dengan nilai nominal sebesar Rp50.958.570.240,- atau 30,51% dari pagu Rp167.018.640.000,-. Penyaluran dimulai bulan februari  2025 untuk 14 desa sebesar Rp5.876.005.340,- bulan Maret 2025 sebanyak 42 desa nonimal sebesar Rp17.819.795.900,-, bulan April 2025 disalurkan 53 desa dengan nilai nominal Rp22.268.587.200,- .

Arah kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 bertujuan mendorong peningkatan kemandirian desa dan kualitas tata kelola Dana Desa melalui:

1.       penyaluran Dana Desa berdasarkan fokus penggunaan yang ditetapkan,

2.       penyaluran Dana Desa secara langsung dari RKUN ke RKD,

3.       pemberian reward berupa alokasi kinerja dan insentif desa,

4.      pemberian reward penyaluran Dana Desa lebih besar pada tahap I kepada desa berstatus Mandiri, dan

5.    penerapan sanksi terhadap desa yang menyalahgunakan keuangan desa dan tidak mampu menyerap Dana Desa secara optimal.

Selain itu juga bertujuan untuk mengarahkan fokus penggunaan Dana Desa melalui:

1.       penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT Desa paling tinggi 15%,

2.      penguatan desa untuk aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim,

3.       promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan desa termasuk stunting,

4.       dukungan program ketahanan pangan,

5.       pengembangan potensi dan keunggulan desa,

6.       percepatan implementasi desa digital,

7.  pembangunan berbasis padat karya tunai dan penggunaan bahan baku lokal,

8.       operasional pemerintah desa paling tinggi 3%, dan/atau

9.       program sektor prioritas lainnya di desa.

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Kotabaru, bisa terus mengakselerasi seluruh desa segera merealisasi penyaluran Dana Desa Tahap I dengan harapan berbagai tujuan pengalokasian tersebut dapat segera dilaksanakan dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


Segalanya Tentang Tanggungjawab

 

Beragam cerita kehidupan silih berganti, penuh warna, naik turun berfluktuasi layaknya mainan jungkat jungkit semasa taman kana-kanak, atau bahkan ada yang mirip roller coaster yang begitu mendebarkan.

Impian seorang gadis remaja sebut dia Sifa yang sedang mengores pena pada lembaran cerita hidupnya, yaitu memiliki keluarga yang ideal. Suami yang baik bertanggung jawab dengan kemapanan ekonomi, pun dia juga memimpikan diri menjadi istri yang sempurna sekaligus ibu yang baik bagi anak-anaknya.

Dia bercita-cita menikah di usia 23 tahun dengan selisih dengan pasangan 5 tahun, menurutnya itu adalah usia paling ideal untuk memulai cerita hidupnya menapaki dunia yang sebenarnya. Takdir memberikan jawaban dia harus menikah diusia 24 tahun dengan terpaut satu tahun dengan pasangannya. Sifa telah bekerja di instansi pemerintah sedangkan suami sebut saja namanya Ara masih berstatus sebagai mahasiswa. Berdua meyakini rejeki akan mendatangi orang yang menikah.

Tahun pertama dilewati dengan cukup mulus, masa adaptasi berjalan dengan lembut tanpa perselisihan yang berarti.  Benar adanya… rejeki mendatangi orang yang menikah… bulan kesepuluh anak pertama lahir dan diiringi dengan Ara diterima bekerja pada perusahaan otomotif yang cukup banafide sebagai tenaga marketing. Lengkap sudah kebahagiaan Sifa dan Ara. Memasuki tahun ketiga anak kedua lahir, pada tahun ketujuh anak ketiga lahir, mamasuki tahun keduabelas mendapatkan bonus anak keempat. Sungguh anugerah yang luar biasa.

Euforia keluarga baru dengan ekonomi yang cukup mapan membuat Ara dan Sifa terlena tidak cukup waspada dengan pengelolaan keuangan, alhasil berapapun penghasilan bulan itu selalu pas tanpa sisa, kondisi itu berlangsung terus menerus hingga anak pertama beranjak memasuki bangku SMA, dan baru tersadar karena tak lama lagi akan membutuhkan biaya cukup besar untuk masuk kuliah sedangkan anak pertama kedua dan ketiga berjarak 3 tahun sehingga ketiganya bersamaan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sifa mulai merasa ada yang salah dengan manajemen kasnya, mulailah dia mengevaluasi cashflow-nya, pengeluaran mulai manganut asas prioritas, tidak lagi asal kepingin dibeli ntah diperlukan ataukah tidak. Pengeluaran atas dasar keperluan bukan atas dasar keinginan. Pelan-pelan kondisi keuangan mulai tertata dan pada saatnya 3 anak masuk sekolah bersamaan, semua biaya ter-cover.

Sebentar senang, sebentar sedih… orang bilang itulah rasa kehidupan. Sejenak Sifa merasakan ketenangan, selesai mengantar 3 anak masuk sekolah, ternyata kehidupan memberikan pengalaman rasa yang lain lagi, kali ini Ara mengalami kejadian diluar perkiraan, staf marketing membawa lari uang perusahaan sebagai atasan Ara turut bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Niat baik menyelesaikan masalah itu dengan uang pribadi ternyata berbuah Ara dimutasi ke luar kota. Untuk pertama kalinya menjalani pernikahan jarak jauh dan hanya sepekan sekali bisa pulang bukan hal yang menyenangkan baginya.

Bekerja di kota kecil ternyata sangat berpengaruh pada income, penghasilan menukik tajam disaat anak-anaknya memerlukan dukungan biaya yang cukup besar. Sebagai bentuk tanggungjawab dan dukungan Sifa untuk keluarga, dia melakukan usaha apapun asal jadi duit, mulai jadi dropshiper baju, jualan makanan, jualan minyak kesehatan. Tentu semua ada konsekuensi, kesibukan bertambah, badan lebih capek, pikiran terpecah-pecah. Akan tetapi demi semua tetap berjalan baik, everything will do.

Rupanya keseruan hidup masih terus berlanjut, badai covid-19 menerpa tanpa ampun, meluluhlantakkan hampir semua sudut kehidupan. Dunia otomotif terdampak begitu hebat. Sebagain besar orang tidak siap dengan situasi itu termasuk Ara, income terjun bebas disaat anak-anaknya perlu dana besar untuk tetap bertahan menyelesaikan pendidikannya.

Pengetatan rupanya masih terus berlanjut, pengeluaran sekunder dipangkas habis, benar-benar hanya kebutuhan pokok dan biaya sekolah dan wow… ternyata bisa..dan tidak apa-apa ketika hanya memenuhi kebutuhan pokok saja. Betapa manusia di desain begitu fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan aneka ragam situasi.

Demi mendekatkan tempat kerja dengan rumah maka tawaran mutasi kedua diterima Ara, walau jarak 1.5 jam dari rumah, akan tetapi bisa ditempuh pulang pergi setiap hari. Badai covid-19 telah mereda akan tetapi situasi ekonomi perlu waktu lebih Panjang untuk pulih. Dunia otomotif dunia Ara masih belum menemukan pola barunya, masih tertatih layaknya bayi yang baru berlajar berjalan.

Lesunya pasar otomotif, maka setiap prospek dimanapun berada dikejar, bahkan yang berjarak 5 jam perjalanan PP. Berturut-turut dalam 2 minggu perjalanan luar kota bolak balik demi mengelola prospek, tubuh yang tak lagi muda ternyata meronta juga. Pada suatu pagi  menjelang subuh, Ara merasakan sakit di dada kiri, pundak sampe tangan kiri mati rasa, keringat dingin mengucur deras, perut mual dan melilit.. Ara terkena serangan jantung!!!. Tanpa pikir pajang Sita langsung menyalakan kendaraan dan secepat mungkin bagaimana caranya sampai di rumah sakit.

Sesampai di rumah sakit dengan sigap tim IGD langsung melakukan tindakan sesuai SOP penanganan serangan jantung, bersyukur tidak sampai terjadi shock, kondisi tetap sadar walau wajah pucat pasi. Dua jam di IGD, selanjutnya dilakukan perawatan di ruang rawat inap, bersyukur cukup dua hari di rumah sakit dan diperbolehkan melanjutkan perawatan di rumah.

Sungguh kombinasi yang komplit bagi dunia marketing ketika pasar sedang lesu dan kondisi kesehatan fisik sedang tidak baik-baik saja, sedangkan kehidupan tak bisa dihentikan pun tidak bisa pula sekedar ditunda. Performa makin menurun dan pada akhirnya keputusan resign pun diambil. Show must go on…..

Maka babak barupun dimulai, Sifa mengambil keputusan untuk menerima tawaran promosi dari kantornya. Dengan konsekuensi berada jauhh dari keluarga dan hanya sebulan sekali bisa berkunjung. Karena perjalanan yang cukup jauh dan lama dan melewati 3 matra darat laut udara. Bukan sifa apabila  mengeluh dengan situasinya. Dia berprinsip “Berani Hidup berani bertanggung jawab, dibalik setiap keputusan ada konsekuensi yang menyertai”. So…. jalani saja,  semua akan selesai pada waktunya dan pada akhirnya semua akan menjadi cerita indah kehidupan.

Tak Pernah Benar-Benar Memiliki

 

Rima sedang menyelesaikan tugasnya hari itu yang cukup padat, kebanyakan orang mengejar deadline diakhir bulan akan tetapi Rima justru sibuk di awal bulan dan landai di akhir bulan. Seperti biasa sambil bekerja sesekali diselingi senda gurau dengan rekan seruangan, sekedar untuk menyegarkan suasana. Terkadang diselingi menyeruput kopi yang sudah mulai dingin. Sepotong pisang goreng dibiarkan tergeletak sudut meja kerja yang belum sempat dimakannya.

Dimeja sebelah Arim tak kalah sibuk dengan tugas hariannya dia pekerja yang  efektif sehingga setiap perkajaan diselesaiakan dengan lebih cepat. Tatkala satu tugas telah tuntas sesekali dia bercanda dengan teman disekitarnya. Arim duduk persis disebelah Rima. Berdua sering menyelingi kegiatan harian s, ambil ngobriol random tanpa tema, terkadang keseruan orbolan  membuat  orang satu ruangan menoleh kearah mereka, sebagian ikut tersenyum senang karena suasana kerja menjadi hangat, obrolan candaan yang semata-mata sebagai penyegar suasana untuk mengurangi kejenuhan akan tugas-tugas rutin.  

Rima dan Arim  berasal dari kampus yang sama, terpaut beberapa angkatan, jiwa korsa menyatukan mereka sehingga sejak awal perjumpaan tak ada kecanggungan bahkan serasa telah  kenal cukup lama. awal pertemuan diisi dengan saling mengenalkan diri  nama panngilan apa dan mau dipanggil apa dan selanjutnya, pertemanan mereka mengalir begitu alamiah. 

Kesamaan tugas sehari-hari memungkinkan mereka saling mengisi, saling bantu, saat Rima lebih sibuk maka Arim membantunya demikian juga sebaliknya, berdua menjadi tim yang kompak. sehingga semua pekerjaan selesai sesuai jadwal dan selesai di jam kerja.

Semakin hari keduanya semakin nyaman dalam kebersamaan di lingkungan kerja, memahami karakter masing-masing saling bercerita mulai dari hal-hal ringan sampe curhatan masalah keluarga bahkan masalah pribadi, mengetahui detil apa yang disuka dan tidak disuka diantara keduanya. Mulai makanan kesukaan, tema obrolan yang disukai dan tidak disukai. Keduanya saling percaya menitipkan cerita masing-masing atau hanya sekedar untuk berbagi cerita that's all. Persahabatan keduanya layaknya saudara. Usia mereka terpaut 5 tahun dalam benak Rima, Arim sebagai kakak laki-laki, yang tidak dimilikinya di keluarga, dia begitu happy memiliki kakak laki-laki (walau bukan sebenarnya), dia terkadang manja terkadang nyebelin bahkan ngeselin. Arim tak segan menegur bahkan memarahi Rima ketika dia melakukan kesalahan ntah pekerjaan atau kurang pas dalam memilih warna/ model pakaian. 

Benar kata orang tidak ada persahabatan yang benar-benar tulus antara 2 makhluk hidup yang disebut manusia dengan nama laki-laki dan perempuan, salah satu baper atau kedua-duanya, mulai timbul rasa nyaman, mulai ada rasa kosong saat yang lain tidak menampakkan diri atau bahkan keduanya mulai ada  rasa ketergantungan emosi alias candu. Sungguh semua terjadi begitu saja tanpa rekayasa tanpa perencanaan. Walau demikian keduanya sama-sama enggan berterus terang, pura-pura  seolah-olah tidak ada apa-apa. lebih tepatnya tidak pernah barani mengakui. Karena berdua sadar sebesar sekuat apapun rasa.... di depan mata membentang  tembok beton raksasa yang susah ditembus apalagi dirobohkan. Server peribadatan yang berbeda membuat mereka berdua berpikir seribu kali untuk memulai sebuah perjalanan bersama. Sampai suatu hari mereka harus berpisah karena mutasi.

Perjalanan hidup terkadang memang tak bisa ditebak, semesta mengirimkan jodoh terbaik untuk Rima dan Arim, jodoh yang direstui keluarga.

Sepuluh tahun berlalu tak disangka Rima dan Arim kembali dipertemukan melalui teknologi informasi. Obrolan terjalin kembali sebagaimana dulu mereka masih sekantor. Dalam sehari mereka menyempatkan berbincang melalui aplikasi gtalk, obrolan receh sekedar mengenang cerita lama, nyaman sama seperti dulu. Sampai suatu hari pengakuan Arim begitu mengejutkan Rima, “sebenarnya sejak dulu aku sayang kamu” , begitu chat Arim, bak petir menyambar di siang bolong. Badan Rima gemetar….dunianya serasa runtuh, air mata tak terbendung. Segala rasa campur aduk jadi satu, terkejut, marah, kecewa, tak pernah mebayangkan Arim akan berterus terang, walau demikaiann ada sedikit kelegaan hati Rima bahwa selama ini perasannya tidak salah. 

Tapi apalah arti pengakuan hari ini… buat apa, saat semua telah memilih jalan sendiri, semua sudah terlambat. Benar-benar pengakuan yang tidak lagi berguna. Sita menumpahkan kemarahannya melalui telpon. 

Please.. kamu jangan marah please, tak kalah gemetar suara Ika diseberang telpon. Aku sudah tidak lagi kuat menyimpan sendiri, kamu harus tahu yang sebenarnya, itu saja!!.. Keduanya saling terdiam, sambal sesekali terdengar helaan nafas dalam. Tak terasa air mata Rima mengalir perlahan dia terduduk lunglai, pelan Rima mulai mengatur nafas menenangkan diri. 

Ketika telah sama-sama tenang.. Rima memulai lagi pembicaraan, “terus maumu apa sekarang? Apakah itu mengubah keadaan?” Tanya Rima, “Tidak juga, supaya kamu tahu saja isi hatiku”, jawab Arim, “konyol, gila kamu”, Rima menimpali. “ Ya gimana lagi, aku juga tidak tahu harus bagaimana”, gumam Ika.

Dua minggu sejak peristiwa itu, Arim mendapatkan penugasan di kota dimana Rima tinggal, kota tempat pertama kali mereka bertemu. Keduanya janjian bertemu pada saat makan siang, pertemuan di kantor itu mengingatkan mereka akan situasi sepuluh tahun lalu, akan tetapi suasana menjadi berbeda, canggung, masing-masing sibuk dengan pikirannya.

“Bagaimana kabarmu”, Arim memecah kekakuan. “Kabarku baik, kamu bagaimana?” Rima balik bertanya.“Aku baik juga”, jawab Arim.

“Syukurlah, aku ikut senang”, gumam Rima. 

“Iya terimakasih”, balas Ika dengan suara nyaris tak terdengar.

“Maaf ya untuk keterusteranganku, kalau itu menganggumu”, Arim lagi-lagi berusaha mencairkan suasana.

“Iya gapapa sudah terjadi, setidaknya aku jadi tahu yang sebenarnya walau itu sedikit membuatku terguncang, bagaimanapun hari ini kita sudah memiliki jalan masing-masing dan ada hati yang harus dijaga tidak boleh disakiti apapun alasannya, masa lalu telah lewat, sudah menjadi sejarah bagi perjalananku dan perjalananmu, ya...apapun..aku tetap terimakasih atas kejujuranmu”, ucap Rima sambil membiarkan matanya menerawang jauh.

“ owh iya...tugasku sudah selesai maaf besok aku harus balik”, pamit Arim sambl mengulurkan tangannya, "iya gpp..tidak perlu minta maaf tidak ada yang perlu dimaafkan, semua terjadi tentu ada pesan semesta yang ingin disampaikan.. ntah apa aku belum menemukannya, mungkin dengan berjalannya waktu kita akan sama-sama paham", ucap Rima sambil menggenggam tangan Arim.

“Dan silakan pulang dan  memang kamu harus pulang, disini bukan rumahmu, selamat jalan, semoga perjalananmu lancar selamat sampai tujuan”. Mereka beradu pandang, senyum kecil mereka sematkan diakhir pertemuan.

Keesokan hari Rima bangun tidur pagi dengan rasa yang aneh tapi lega, serasa baru selesai melewati turbulensi hati dan selamat..dan di pagi itu untuk pertama kalinya Rima merasa kehilangan Arim, rasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam hati Rima berpikir “Bagaimana bisa aku merasa kehilangan untuk sesuatu yang tak pernah benar-benar kumiliki”.




Senin, 24 Februari 2025

Karambol

Karambol adalah permainan meja yang merupakan modifikasi dari olahraga biliar. Awalnya permainan biliar dianggap sebagai olahraga untuk kalangan dewasa, maka Karambol dibuat untuk anak anak.

Namun perlahan karambol kian mendunia. Bahkan dimainkan oleh orang dewasa, sampai memiliki kekuatan karambol dunia.

Karambol sebagai permainan rakyat, baik di India maupun di Indonesia yang kerap dijumpai di tepi jalan atau di tempat-tempat orang berkumpul. Kompetisi karambol biasa diadakan pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia di kampung-kampung.

Karambol bolehlah dianalogikan sebagai cerita kehidupan, setiap slentikan pada 1 biji karambol akan mennggeser satu biji karambol atau bahkan akan memantulkan  banyak biji karambol dengan arah yang tak beraturan tak bisa diprediksi. satu pukulan akan membuat banyak gerakan penyesuaian sebagai konsekuensi adanya gesekan dan benturan.

Suatu hari seorang gadis cantik tergolek di rumah sakit karena sedang menunggu jadwal operasi jari tangannya,  terjadi fraktur karena jatuh dari sepeda  motornya. Beberapa malam dia berada di rumah sakit dengan didampingi keluarga kecuali ibunya.  

Terpaut jarak ribuan kilometer sang ibu gelisah tak bisa mendampingi sang anak yang sedang berada di rumah sakit. sang ibu sedang mejalankan tugas pekerjaan, sebagai konsekuesni akan pilihannya. 

Kesempatan Cuti dalam rangka libur panjang telah dipilih, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, sebelum jadwal kepulangan tiba, sang putri terjatuh dari motornya. Mendengar kabar putrinya kecelakan, sebagai seorang ibu tentu ingin segera melihat kondisi putrinya, akan tetapi ketika meminta ijin cuti dimajukan ...ternyata tidak disetujui pimpinannya dengan alasan .."cuma patah tulang ini jauh dari nyawa". 

Pada akhirnya waktu cutipun tiba, menempuh penerbangan hampir 2 jam, mendaratlah di bandara tujuan dan segera meluncur ke rumah untuk selanjutnya segera bergegas menuju rumah sakit guna menemani sang putri. Bahagialah mereka berdua dan  sejenak melupakan jari yang patah.

Tiba waktunya operasi jari tangan, sesuai jadwal yang telah ditetapkan, operasi berjalan dengan baik. Waktu berlalu dan tak terasa waktunya si ibu kembali ke tempat tugas. Pada saat menjelang terbang di anak berbisik "aku mau ibu nemani sampe pen ku diambil.."  apa boleh buat ibu tersebut waktunya kembali untuk melaksanakan tugas karena jatah cuti telah habis.

Pada belahan dunia yang berbeda, masih berkisah tentang seorang ibu yang tangguh berjuang demi anaknya, ketangguhannya dibuktikan dengan bertahan sebagai single parent dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut membuatnya menjadi wanita tangguh (baca berwatak keras). Sangat berkomitmen dengan tanggung jawabnya, yang bagi orang lain disebeut teguh pendirian, ketika telah memilih dan mengambil keputusan maka jangan sekali-kali mundur. 

Suatu ketika dalam obrolan ringan dengan sesama perempuan (baca sesama ibu), mereka  berkerja pada 1 institusi yang sama sebagai atasan dan staf,  seorang ibu bertanya "Kenapa jarang pulang bu?" si bu menjawab "Anakku sudah besar-besar ngapain pulang yang penting transferan ga pernah telat"    begitu terlontar secata spontan,  "owh begitu ya bu" , gumam ibu yang lain,  "iyalah",  jawab ibu tadi.

Waktu terus bergulir tanpa ada yang bisa menghentikan, suatu hari Jumat yang cukup mendung dibarengi dengan rintik hujan, hawa dingin menggelayut menyentuh kulit. kiranya berolahraga merupakan pilihan bijak, untuk menaikkan suhu tubuh...menghangatkan badan. 

Raket tennis lama teronggok dipojokkan ruang kerja, lengkap dengan bajunya dari kulit sintetis hitam dengan corak garis putih berjajar tiga, debu tipis nampak menempel dikulit pembungkus tersebut. 

Dengan cukup percaya diri dan niat baik berolahraga agar tubuh fit, raket tennis diambil dan mulailah berjalan menuju lapangan di seberang kantor, SOP dijalankan dengan melakukan pemanasan sebelum memulai pertandingan, demi mengurangi risiko cedera. 

Set pertama berjalan dengan lancar dengan skor akhir 6-3 untuk ibu atasan, set kedua baru berjalan 2 game, memasuki game ketiga awalnya semua berjalan lancar, tiba-tiba terengar suara brukk..rupanya si ibu tidak tepat mendaratkan kakinya setelah melakukan pukulan lop yang cukup tinggi. Seketika terjadi kepanikan dan pertandingan dihentikan, karena ternyata si ibu tidak mampu lagi  berdiri. Dengan dipapah 2 orang, berjalanlah beliau dengan tertatih-tatih, driver segera menuju lapangan untuk langsung membawa  ibu tersebut  menuju rumah sakit terdekat.

IGD tidak terlalu ramai, dokter jaga dan seluruh perawat telah siap siaga melakukan prosedur pemeriksaan, melihat pembengkaan dan nyeri lokal pada area yang cedera dan mengamati gerakan spontan dan pasif pasien, selanjutnya dilakukan prosedur foto rontgen untuk mengidentifikasi patah tulang. hasil pemeriksaan  terdapat cedera patah tulang di beberapa tempat. Dan harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih komplit alkesnya. Untung tak dapat diraih..malang tak dapat ditolak. Maksud hati ingin sehat akan tetapi kenyataan berbicara lain.  

Rumah sakit besar terdekat telah siap untuk dipilih, sebagai perantauan jauh dari sanak saudara, maka diputuskan untuk dilakukan tindakan di rumah sakit dimana keluarga besar berada. Preparasi segera dilakukan untuk menuju homebase agar segera dilakukan tindakan yang diperlukan sehingga tidak memperparah kondisi cederanya. 2 Tiket pesawat telah dibeli, pun juga sop penjemputan di bandara tujuan juga disiapkan. 

Dihari yang telah ditentukan, maka dimulailah perjalanan 2 ibu, ibu atasan sebagai pasien dan ibu staf  sebagai pendamping, sang pasien adalah ibu yang jarang relatif pulang karena anak-anak nya telah dewasa, dan ibu pendamping  seorang ibu yang  pengin dirumah karena anaknya berharap didampingai saat proses penyembuhan luka patah tulangnya. Singkat cerita sesampinya di bandara tujuan, ibu atasan langsung dijemput keluarganya dan langsung dibawa ke rumah sakit yang ditentukan.

Dari peristiwa tersebut  bolehlah kiranya apabila kita memaknai musibah tidak selalu sebagai bencana, tidak ada kejadian yang kebetulan,  dengan kesabaran dan keterbukaan mata hati dan pikiran akan ada hikmah disetiap peristiwa.  Jatuh patah tulang mengantar 2 orang ibu kepada keluarganya, walaupun dengan latar cerita yang berbeda akan tetapi Allah menyusun skenario dengan begitu rapi dan indah. Satu peristiwa menyebabkan peristiwa  lainnya terjadi, layaknya permainan karambol dalam kehidupan nyata.. SO....belajar lebih sabar, lerem, endapkan pikiran dan perasaan..kiranya bisa menjadi pilihan bijak dalam memandang setiap kejadian.

 

Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan pada sebuah peristiwa.

Bisa jadi musibah  adalah  kasih sayang Allah yang sedang menyamar.

 

Based on true story

Kotabaru, February 24th 2025


Sabtu, 22 Februari 2025

Tugas Baik Semesta

 Senin sepulang kerja, tiba-tiba pak bos menelepon, dengan nada buru-buru seperti biasanya saat ada tugas penting (aku memaknai penting) dan mendesak. terdengar dengan jelas suara dari sambungan tersebut, "Mbak besok ada kegiatan PIP di Batulicin bersama tim kanwil dan Pak Kanwil memerintahkan KPPN ikut juga, sampean yang berangkat ya?' dilanjutkan dengan arahan lebih detil lagi, besok harus berangkat jam berapa, dengan siapa, pake mobil yang mana, lewat jalan yang mana, mengingatkan mengisi e-money dan sekaligus memitigasi risikonya apabila terjadi kendala di penyeberangan. 

Sehabis maghrib mb bendahara mengantarkan lembar SPD dan perbekalan secukupnya untuk akomodasi kotabaru batulicin PP tanpa menginap. selanjutnya mulailah persiapkan diri untuk perjalanan yang esok pagi. 

Sesuai instruksi tepat 7 pagi wita memulai perjalanan tugas ke seberang bersama sopir kantor. Kegiatan dijadwalkan 10, sesuai perhitungan space waktu 3 jam cukup untuk mencapai lokasi masih berpikir lokasi yang dituju di Batulicin dan sekitarnya walau lihat map sesuai alamat berada amat jauh. Menuju penyebangan menempuh waktu 30 menitan, dan penyeberangan masih cukup sepi hanya ada beberapa mobil mengantri dan 2 sepeda motor, Fery telah siap berdandar untuk diisi mobil dan sapa saja yang memerlukan jasanya  untuk diantarkan  menuju pulau Kalimantan. Tepat jam 8 kurang 10 wita antrian mulai bergerak memasuki fery, semua kendaraan berjalan mundur , mengisi kiri terus kanan memastikan beban fery seimbang, setelah semua kendaraan berbaris rapi kurang lebih jam 8 lewat 10 fery mulai bergerak perlahan, kurang paham juga kecepatan berapa knot. usah risau dengan kecepatan Fery,  nikmati  saja perjalanan atau anggaplah petualangan.

Pagi itu udara cukup sejuk, angin semilir menyertai keberangkatan fery, sejauh  mata memandang nampak hijaunya bukit bamega yang sangat terkenal, sinar matahari memancar sinarnya dengan gembira otomatis menggembirakan juga hatiku.  Pikiran baik menjadikan yang didepan mata selalu nampak baik sebagaimana ungkapan "like attract like", sesungguhnya yang diluar hanyalah refleksi dari dalam. Begitu kata para guru spiritual.

Sejenak membuka aplikasi gugel map, guna memastikan alamat yang dituju, gugel menampakkan waktu tempuh yang masih cukup lama, dalam hati agak ada rasa gusar, karena undangan jam 10 pagi. sedangkan jarak yang perlu ditempuh masih 3,5 jam lagi dan jam menunjukkan pukul 9, ada rasa bersalah yang menyelinap, andai tahu perlu menempuh jarak sejauh itu tentu akan berusaha berangkat lebih pagi. apa boleh buat, sudah mengerjakan sesuai instruksi pimpinan dan ada uang negara yang perlu dipertanggungjawabkan. Sejenak mengontak kawan yang mengirimkan udangan, dan didapatkan informasi kalau profilling diperkirakan selesai jam 2 siang. Lumayanlah masih layak untuk meminta bukti kehadiran. jam 11.40 akhirnya sampai juga pada alamat yang dituju. Nimbrung pada kegiatan profilling dan  wawancara. Kurang lebih jam 13.40 atau 2 jam sejak kehadiran, kegiatan berakhir karena dirasa informasi yang diperlukan telah cukup memadai. ups..dalam hati "kudu menempuh 5 jam lagi untuk balik Kotabaru". Baiklah misi harus dituntaskan. Balik lagi ke ungkapan "pikiran baik akan bikin hati baik ending e nemu kebaikan...!!!"

Dalam perjalanan balik, karena telah tiba waktu sholat, mampirlah ke masjid di pinggir jalan, jarak tempuh yang lebih dari 80 km diperkenankan untuk jama qasr antara sholat duhur dan asyar, dengan pertimbangan jarak penyeberangan masih cukup jauh dan berharap sampai di kotabaru tidak terlalu malam sehingga masih cukup waktu untuk istirahat. Dari dalam masjid nampak seorang lelaki tua yang memarkirkan motornya, berpikir beliau akan melaksanakan sholat juga. Bergegas ingin segera melanjutkan perjalanan. Bapak sepuh tadi memanggil-manggil dik adik, setelah tolah toleh kanan kiri ternyata tidak ada orang lain. owh nggih pak, ada apa pak? jawabku dengan sedikit ragu, ini bapak jual kepiting, beli ya bu? ganti manggil ibu beliaunya, dalam hati berpikir "owh ini toh tugas ku hari ini. sebagai jalan rejeki bagi beliaunya". Baik pak, jawabku, tidak sampe 10 menit transaksi jual beli berlangsung. Untuk pertama kalinya merasa hati diketuk sama Allah, ini tugasmu jalankan dengan baik jangan bilang tidak. Maturnuwun Gusti Allah diberi ruang "sadar" bukan ruang "ego".

Perjalanan masih cukup panjang, mampirlah ke warung makan, karena panggilan alam telah berkumandang, perut keroncongan, waktu menjelang jam 4 sore, Kalijo dipinggir jalan menjadi pilihan. Tak perlu berlama-lama di Kalijo sama-sama kelaparan. selsai malan bayar.... Perjalanan dilanjutkan menuju penyeberangan tanjung serdang, sesampai dipenyeberangan, tak perlu menunggu lama, mobil langsung masuk Fery dan fery langsung penuh sehingga segera bergerak mengantarkan kami para penumpang menuju seberang.   45 menit berlalu fery pun sandar, selanjutnya perjalanan menempuh jalan berkelok-kelok cukup indah untuk dinikmati, diluar cuaca mendung dan hujan  gerimis membuat hawa makin adem, sejenak sayup-sayup suara mesin mobil masih terdengar dan lama-lama suara mesin makin melemah sampai akhirnya tak terdengar lagi, rupanya sempat tertidur... hehehe...

Menjelang malam.... memasuki Kotabaru disambut lampu warna-warni di setiap jembatan, jalanan basah, nampak  genangan air disana-sini menandakan hujan deras baru saja usai. Mobil melaju pelan sebagai antisipasi agar tidak menyebabkan cipratan air dari ban mobil yang sangat mungkin membuat pengendara sepeda motor terpercik air hujan. And the end of the jouney 19.07 klekk..pintu rumah dinas terbuka. 

Alhamdulillah tugas bisa diselesaikan.