Senin, 23 September 2024

Bertumbuh Dengan Cara Melepaskan

Manusia yang utuh terdiri dair 3 unsur body mind dan soul, body berwujud jasad manusia yang bisa dipandang, disentuh mind lebih dekat didefinisikan sebagai otak pikir, soul atau jiwa adalah kedalaman rasa yang tak terlihat tak tersentuh akan tetapi bisa dirasakan.

Kawan. pernahkah mendapatkan tugas sekolah " menumbuhkan biji kacang ijo yang ditaruh diatas kapas dan disiram setiap hari?"  sepertinya kita anak sekolah se_Indonesia pernah mengerjakan tugas tersebut. untuk tumbuh menjadi benih pohon maka kacang ijo harus memecahkan kulitnya dan mengeluarkan dirinya dari kungkungan kulit untuk mulai bertumbuh....


Konon kabarnya Kurma sebelum menjadi pohon yang kokoh ditengah padang pasir dengan cuaca ekstrem, harus menguatkan akarnya untuk kemudian menembus bebatuan yang menghalanginya  bertumbuh dan berbuah. Disekitar pohon kurmalah biasanya terdapat oase ditengah padang pasir yang kering panas dan tandus. 


Ingat bagaimana kepompong menjadi kupu-kupu,  Kupu-kupu terlahir sebagai ulat yang kurang disukai atau bahkan menjadi hama tanaman bagi sebagian besar orang dan berubah menjadi salah satu makhluk terindah yang disenangi dengan sayap menakjubkan. Perlu kesabaran 25-27 hari untuk bermetamorfosis mulai dari Telur, Larva (ulat), Pupa (kepompong), Dewasa (imago), apa yang dilakukan ulat dia berdiam diri berpuasa, berserah diri melepaskan segala hasrat dan keinginan sehingga dia bertumbuh menjadi kupu-kupu. Pun saat menjadi kepompong dia harus mendobrak pembungkus tubuhnya  yang selama ini melindunginya, sehingga dia bebas terbang dan mewarnai alam dengan kepak sayap indahnya. 


So..bertumbuh berkembang dengan melepaskan kemelekatan ternyata sunnatullah khan, menyadari bertumbuh dengan melepskan ...adalah pertumbuhan itu sendiri. Tak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Just do it...lakukan saja

KEEP GROWING 

LIVING IN HARMONY

BODY, MIND,  AND SOUL

Kamis, 19 September 2024

Catatan Kotabaru

 Tepat diusia 50 tahun, Minggu 28 April 2024 sesuai catatan tanggal lahir yang tertera disemua dokumen, aku memulai perjalanan jauh dalam rangka mengabdikan diri pada negara. Hal tersbut diawal saat terbitnya KEP-39 Tahun 2024, tertera nama Siti Fatimah  KPPN Kotabaru. Bagian dari konsekuensi mengikuti program pengembangan talent Direktorat Jenderal Perbendaharaan.  

Perjalanan dimulai dengan terbang bersama pesawat Citylink dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Syamsudin Noor Banjar Baru. mendarat kurang lebih pukul 11.30 an WITA, selalu ada kesan pertama ketika mengunjaakan kaki di tempat baru, icon Borneo terpampang di sudut-sudut bandara Fosil kayu Ulin, Bekantan dan motif sasirangan. Borneo salah satu pulau terbesar di Indonesia, suasana santu tanpa ada kesan  masyarakatnya yang keras, semua sopan ramah  dan yang pasti banyak perempuan cantik dengan kulit putih bersih. walau begitu ada beberapa gagap budaya yang terjadi 

1. terjadi kelucuan saat driver kantor menjemput di bandara,,,akan lebih gampang kalau menunggu di pintu kedatangan akan tetapi mas ini menunggu di dalam mobil di parkiran, sebagai orang baru pertama kali mendarat tentu kebingungan harus menunggu dimana alhasil driver harus memutar 3x sampe akhirnya ketemu

2. Kelucuan kedua dijalan yang sepi kulirik speedo meter di mobil hanya berada dikecepatan 30 km/jam mentok-mentoknya 40 km/jam..sebagai sopir yang suka dengan kecepatan 100km/jam rasanya pengin bantu jejeg gas mobil hehehehe...

3. Saat tiba makan siang.... diperjalanan  kami mampir makan siang di warung soto banjar..aroma wangi segar soto tercium,,yang menambah perut makin keroncongan...hmm terbayabg kelezatan soto banjar....dan sotonya memang sangat lezat segar, nampak pemandangan yang agak menggelitik..orang makan di warung kakinya di angkat satu tak peduli  laki-laki maupun perempuan dalam bahasa jawa disebut lungguh jigrang.

gagap budaya bagiku bukanlah hal yang perlu dikeluhkan, akan tetapi lebih sebagai pengalaman baru, wawasan baru, sudut pandang baru, sebagai keragaman budaya yang memperkaya diri. dimana bumi dipijak disutulah langit dijunjung.  

Borneo adalah pulau basah saya menyebutnya demikian, rawa-rawa berjajar di kanan kiri jalan yang kami dilewati, rumah kayu berdiri diatas air dan ilalang disekitarnya...terbayang..apakaah ada binatang air di rawa-rawa itu, buaya misalnya atau ular..jujur agak bergidik membayangkannya..ah sudahlah semua milik Allah.. pasti Allah sudah menyempurnakan ciptaanNya.

Perjalanan berlanjut ke Banjarmasin memenuhi undangan kakanwil, menginap semalam di  Fave hotel karena undangan Kakanwil esok Senin pagi. Sejenak istirhat sore setelah perjalanan yang cukup melelahkan. 

Menjelang malam bersiap untuk makan malam..sebagai sesama pendatang yang belum paham seluk beluk Kota Banjarmasin, kami menemukan warung makan berjajar sepanjang  fly over,  sepanjang jalan berjajar warung penyetan Lamongan sea food lamongan jadi rasanya belum  berada  di borneo.. bahkan bahasapun masih kental dengan aksen Jawa Timuran, ah serasa di rumah sendiri. 

Fave hotel berada disampinag Duta Mall Banjarmasin, naluri perempuan bergejolak "Belanja", dengan dalih sekedar untuk melihat-lihat suasana mall, dan sedikit belanja keperluan hidup dasar di tempat baru. 

Keesokan pagi bersiap untuk agenda perkenalan dan briefing dengan Kakanwil Kalimantan Selatan sebagai pembekalan para pejabat baru, dilanjutkan sejenak silaturahim dengan kawan  lama Chandra dan mas Bejo sekaligus berkenalan dengan mas Kabu Toni Rediansyah yang ternyata tetangga sendiri.

sekilas gambaran kondisi kantor Kanwil di Banjarmasin, kantor cukup kecil dan sederhana untuk ukuran BUN tingkat wilayah. Breifing berlangsung dalam suasana yang hangat penuh rasa persahabatab dab kekeluargaan , singkat padat dan penuh makna tdak bertele-tele.

Kawan  di minggu pertama di tempat baru langsung disambut agenda yang cukup padat, Kegiatan Kemenkeu Satu dan Supervisi Kanwil.  Sedangkan kepala kantor sedang dirangkap kantor Pelaihari. So sebelum meneruskan perjalanan ke Kotabaru kami maampir dulu ke  KPPN Pelaihari menjemput kepala kantor.

Sedikit gambaran tentang Pelaihari yang ternyata masuk wilayah Kabupaten Tanah Laut, berbeda dari kota Banjarmasin, Pelaihari cenderung daerah yang tanahnya padat tidak berawa-rawa sebagaimana Banjarmasain, kotanya kecil dan sepi. Sekitar pukul 14 kurang kami sampai ke KPPN Pelaihari, untuk bersama-sama menuju Kotabaru guna persiapan  kegiatan Kemenkeu One di KPPN Kotabaru. 

Kira-kira jam 15.30 an perjalanan berlanjut menuju kotabaru, perjalanan  melewati rawa-rawa, kebun sawit,  area pertambangan dan juga pantai yang terhampar cukup panjang. Saat maghrib kami mampir Masjid terapung  sejenak sholat maghrib dan sekedar meluruskan kaki dan merilekskan pinggang. 

Perjalanan darat yang cukup panjang dan lama, sampailah kami harus menyeberang ke pulau sebelah Pulau Laut, penyeberangan tanjung serdang, menunggu Fery sandar kira-kira 1 jam  sekitaran jam 10 malam kami menyeberang, kurang lebih 1 jam akhirnya fery sandar dan sampailah kami di pulau laut, rupanya perjuangan belum berhenti sampai di penyeberangan kami masih melanjutkan perjalanan 1 jam lagi. menuju lokasi KPPN Kotabaru. Menjelang dini hari kurang lebih pkl 00.20 an akhirnya tempat yang sejak SK keluar terbayang-bayang ... akhirnya nampak di depan mata. KPPN Kotabaru terpampang pada papan neonbox dipojokan kantor.


MEMULAI CERITA BARU       PETUALANGAN BARU 

BISMILLAH


Senin, 09 September 2024

 Rampa Berkah Nan Indah 

"Kotabaru gunungnya bamega"

sebait lirik lagu yang tidak asing di telinga...

terbayang indah gunung bamega  berselimut awan nan syahdu ..rindang ilalang membentang hutan perawan  yang belum tersentuh keserakahan tangan manusia .udara segar... angin berhembus halus menyentuh kulit lembutt sekali.

bersahutan terdengar bunyi-bunyian gesekan daun, kepakan sayap burung pipit, alunan nada sayap wang wung, pekikan suara bekantan, semua berpadu menjadi alunan musik alam yang indah. 

Keindahan kotabaru tak berhenti di bukit Bamega 

di bagian selatan terhampar panorama keindahan pantai berwarna emerald biru kehijauan cantik tenang, hanya  riak ombak berkejaran menuju tepi..

sore menjelang malam kapal-kapal nelayan lalu lalang menju tengah laut menembus debur ombak laut Jawa , pasca subuh mereka kembali menepi dengan membawa hasil tangkapan ikan segar yang berlimpah.. riuh rendah suara mereka, satu-satu  nelayan menaikkan hasil tangkapan.. dimulut mereka tetap terselip sebatang rokok yang mengepul.. sungguh para nelayan yang multi tasking.. ikan diterima para pedagang lalu  ditimbang  dan dibayar para pedagang pasar kemakmuran....... tawar menawar berlangsung begitu lugas..simbiosis mutualisme ...untung menguntungkan ...sungguh pemandangan pagi yang menyenangkan

Sayang seribu sayang di salah satu sudut kota   tersaji pemandangan kampung nelayan yang  kumuh kotor tidak teratur , rumah panggung berdiri berjajar tak beraturan,  sampah deterjen, plastik bekas bungkus mie instant, sachet shampoo, bercampur dengan sisa makanan memenuhi bawah rumah panggung sehingga tak tampak permukaan airnya, tikus kecoa hadir tanpa diundang biawak hilir mudik mengorek sisa-sisa makanan yang berserakan begitu rupa. Oh sungguh sangat disayangkan..

Ditempat yang sama anak-anak bermain  bersenda gurau, berlarian mencari temannya yang sedang bersembunyi dibalik  petak papan kayu rumah panggung mereka, sebagain mereka menikmati sore dengan  bermain lompat tali, kebagaian nampak jelas terpancar dari ruat wajah mereka, sungguh kebahagiaan tanpa syarat..mungkin mereka berfikir andai untuk bahagia mereka harus menunggu tempatnya bersih layak nyaman, maka hari ini mereka tidak akan sebahagia ini..

walau demikian..apakah anak-anak ini akan dibiarkan dikondisi demikian...??


Tak ada kata terlambat untuk berbenah,  Pun demikian segalanya bisa diwujudkan dengan mudah asal semua mau berubah dan perlu untuk berubah..... dari yang penuh sampah menjadi rampa berkah  yang indah.

and the end

Rampa Berkah bisa menjadi Kampung Warna Warni layaknya Kampung Warna Warni Joidipan Kota Malang bahkan mungkin lebih indah. Rampa berkah yang selalu bersih dan bebas dari sampah, Rampa berkah yang nyata berlimpah berkah untuk warganya....