Minggu, 03 November 2024

Mari Bercerita Tentang Kamu Tak Lagi Tentang AKU

Ketika 2 orang sedang berbincang seringkali bahkan hampir tiap pembicaraan masing-masing ingin menggunggulkan diri melebihi lawan bicaranya. semua pengin didengar tanpa mau berusaha untuk mendengar. Tiap orang ingin dianggap lebih unggul lebih hebat lebih sukses lebih tahu banyak hal bahkan merasa tahu segala hal dibanding yang lain... Sahut menyahut dengan  segala prestasi yang dicapai, kebanggaan akan diri yang biasanya terselip rasa sombong ujub (pelaku)

Aku aku dan aku lagi seringkali kata yang paling sering ingin terucap saat bercerita, rasa ingin mebnaggakan diri menjadi menu utama setiap percakapan, aku telah berhasil menyelesaiakn ini. aku sudah berhasil, aku bisa puasa, aku berhasil lulus, seolah semua tentang A K U , aku ingin diakui hebat pintar kuat cerdas.

ahh kawan..orang bijak bilang..kita punya 2 kuping satu mulut...yang katanya menandakan mendengar lebih banyak .....berbicara lebih sedikit..

Ketika 2 orang saling memamerkan keunggulan masing-masing yang terjadi sebenarnya dua-duanya sama-sama tergores luka atau minimal salah satu dari keduanya terluka lebih dalam.. luka tersebut membuat orang makin ingin nampak lebih... makin nampak ingin diakui kelebihannya..

Yang terjadi rasa ingin unggul rasa ingin nampak hebat ... terjadi hampir disetiap percapakan.... Sampai pada satu titik kesadaran bahwa cara mengurangi candu ingin diakui adalah belajar mendengarkan belajar menjadi pendengar yang baik, belajar menggunakan telinga lebih banyak daripada menggunakan mulut.

Renunagn saat terbang menuju tempat tugas saat pesawat mulai terbang  masih nampak landasan makin terbang tinggi makin nampak mengecil gedung-gedung tinggi hanya  nampak kotak yang berjajar layaknya papan rubik warna-warni, area persawahan nampak petak berwarna hijau lama kelamaan menjadi  setitik.. setitik itupun  lama-lama  tak lagi kelihatan..

Pun saat sudah diawang-awang pesawat yang begitu besar menjadi benda yang begitu kecil  melintasi angkasa yang begitu luas tanpa batas.

Kalaulah saja pesawat yang  ditumpangi menjadi begitu kecil, terus bagaimana dengan penumpangnya (AKU),  jauhh lebih kecil bukan, lebih lemah, lebih tidak berdaya, sebutir debu jika  dibandingkan dengan semesta yang begitu rupa luas tak terbatas.

merujuk dalam Surat Luqman Nomor Surat 26  Ayat 27

وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَٰمٌ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan lagi tujuh laut  sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"

Sebanyak apapun yang sudah diketahui, tetaplah masih banyak yang tidak diketahui.  

that's it

so ...mulai sekarang 

MARI BERCERITA TENTANG KAMU SAJA TAK LAGI TENTANG AKU

ijinkan aku mendengarkanmu.

lamunan

Kotabaru, 3 November 2024