Karambol adalah permainan meja yang
merupakan modifikasi dari olahraga biliar. Awalnya permainan biliar dianggap
sebagai olahraga untuk kalangan dewasa, maka Karambol dibuat untuk anak anak.
Namun perlahan karambol kian
mendunia. Bahkan dimainkan oleh orang dewasa, sampai memiliki kekuatan karambol
dunia.
Karambol sebagai permainan
rakyat, baik di India maupun di Indonesia yang kerap dijumpai di tepi jalan
atau di tempat-tempat orang berkumpul. Kompetisi karambol biasa diadakan pada
perayaan hari kemerdekaan Indonesia di kampung-kampung.
Karambol bolehlah dianalogikan
sebagai cerita kehidupan, setiap slentikan pada 1 biji karambol akan mennggeser
satu biji karambol atau bahkan akan memantulkan banyak biji karambol
dengan arah yang tak beraturan tak bisa diprediksi. satu pukulan akan membuat
banyak gerakan penyesuaian sebagai konsekuensi adanya gesekan dan benturan.
Suatu hari seorang gadis cantik
tergolek di rumah sakit karena sedang menunggu jadwal operasi jari
tangannya, terjadi fraktur karena jatuh dari sepeda motornya.
Beberapa malam dia berada di rumah sakit dengan didampingi keluarga kecuali
ibunya.
Terpaut jarak ribuan kilometer
sang ibu gelisah tak bisa mendampingi sang anak yang sedang berada di rumah
sakit. sang ibu sedang mejalankan tugas pekerjaan, sebagai konsekuesni akan
pilihannya.
Kesempatan Cuti dalam rangka
libur panjang telah dipilih, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak,
sebelum jadwal kepulangan tiba, sang putri terjatuh dari motornya. Mendengar
kabar putrinya kecelakan, sebagai seorang ibu tentu ingin segera melihat
kondisi putrinya, akan tetapi ketika meminta ijin cuti dimajukan ...ternyata
tidak disetujui pimpinannya dengan alasan .."cuma patah tulang ini jauh
dari nyawa".
Pada akhirnya waktu cutipun tiba,
menempuh penerbangan hampir 2 jam, mendaratlah di bandara tujuan dan segera
meluncur ke rumah untuk selanjutnya segera bergegas menuju rumah sakit guna
menemani sang putri. Bahagialah mereka berdua dan sejenak melupakan jari
yang patah.
Tiba waktunya operasi jari tangan,
sesuai jadwal yang telah ditetapkan, operasi berjalan dengan baik. Waktu
berlalu dan tak terasa waktunya si ibu kembali ke tempat tugas. Pada saat
menjelang terbang di anak berbisik "aku mau ibu nemani sampe pen ku
diambil.." apa boleh buat ibu tersebut waktunya kembali untuk
melaksanakan tugas karena jatah cuti telah habis.
Pada belahan dunia yang berbeda,
masih berkisah tentang seorang ibu yang tangguh berjuang demi anaknya,
ketangguhannya dibuktikan dengan bertahan sebagai single parent dalam waktu yang
cukup lama. Kondisi tersebut membuatnya menjadi wanita tangguh (baca berwatak
keras). Sangat berkomitmen dengan tanggung jawabnya, yang bagi orang lain
disebeut teguh pendirian, ketika telah memilih dan mengambil keputusan maka
jangan sekali-kali mundur.
Suatu ketika dalam obrolan ringan
dengan sesama perempuan (baca sesama ibu), mereka berkerja pada 1
institusi yang sama sebagai atasan dan staf, seorang ibu bertanya
"Kenapa jarang pulang bu?" si bu menjawab "Anakku sudah besar-besar
ngapain pulang yang penting transferan ga pernah telat"
begitu terlontar secata spontan, "owh begitu ya bu" , gumam ibu
yang lain, "iyalah", jawab ibu tadi.
Waktu terus bergulir tanpa ada
yang bisa menghentikan, suatu hari Jumat yang cukup mendung dibarengi dengan rintik
hujan, hawa dingin menggelayut menyentuh kulit. kiranya berolahraga merupakan
pilihan bijak, untuk menaikkan suhu tubuh...menghangatkan badan.
Raket tennis lama teronggok
dipojokkan ruang kerja, lengkap dengan bajunya dari kulit sintetis hitam dengan
corak garis putih berjajar tiga, debu tipis nampak menempel dikulit pembungkus
tersebut.
Dengan cukup percaya diri dan
niat baik berolahraga agar tubuh fit, raket tennis diambil dan mulailah
berjalan menuju lapangan di seberang kantor, SOP dijalankan dengan melakukan
pemanasan sebelum memulai pertandingan, demi mengurangi risiko cedera.
Set pertama berjalan dengan
lancar dengan skor akhir 6-3 untuk ibu atasan, set kedua baru berjalan 2 game,
memasuki game ketiga awalnya semua berjalan lancar, tiba-tiba terengar suara
brukk..rupanya si ibu tidak tepat mendaratkan kakinya setelah melakukan pukulan
lop yang cukup tinggi. Seketika terjadi kepanikan dan pertandingan dihentikan,
karena ternyata si ibu tidak mampu lagi berdiri. Dengan dipapah 2 orang, berjalanlah
beliau dengan tertatih-tatih, driver segera menuju lapangan untuk langsung
membawa ibu tersebut menuju rumah sakit terdekat.
IGD tidak terlalu ramai, dokter
jaga dan seluruh perawat telah siap siaga melakukan prosedur pemeriksaan,
melihat pembengkaan dan nyeri lokal pada area yang cedera dan mengamati gerakan
spontan dan pasif pasien, selanjutnya dilakukan prosedur foto rontgen untuk
mengidentifikasi patah tulang. hasil pemeriksaan terdapat cedera patah
tulang di beberapa tempat. Dan harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih komplit
alkesnya. Untung tak dapat diraih..malang tak dapat ditolak. Maksud hati ingin
sehat akan tetapi kenyataan berbicara lain.
Rumah sakit besar terdekat telah
siap untuk dipilih, sebagai perantauan jauh dari sanak saudara, maka diputuskan
untuk dilakukan tindakan di rumah sakit dimana keluarga besar berada. Preparasi
segera dilakukan untuk menuju homebase agar segera dilakukan tindakan yang
diperlukan sehingga tidak memperparah kondisi cederanya. 2 Tiket pesawat telah
dibeli, pun juga sop penjemputan di bandara tujuan juga disiapkan.
Dihari yang telah ditentukan,
maka dimulailah perjalanan 2 ibu, ibu atasan sebagai pasien dan ibu staf
sebagai pendamping, sang pasien adalah ibu yang jarang relatif pulang karena
anak-anak nya telah dewasa, dan ibu pendamping seorang ibu yang
pengin dirumah karena anaknya berharap didampingai saat proses penyembuhan luka
patah tulangnya. Singkat cerita sesampinya di bandara tujuan, ibu atasan
langsung dijemput keluarganya dan langsung dibawa ke rumah sakit yang
ditentukan.
Dari peristiwa tersebut
bolehlah kiranya apabila kita memaknai musibah tidak selalu sebagai bencana,
tidak ada kejadian yang kebetulan, dengan kesabaran dan keterbukaan mata
hati dan pikiran akan ada hikmah disetiap peristiwa. Jatuh patah tulang
mengantar 2 orang ibu kepada keluarganya, walaupun dengan latar cerita yang
berbeda akan tetapi Allah menyusun skenario dengan begitu rapi dan indah. Satu
peristiwa menyebabkan peristiwa lainnya terjadi, layaknya permainan karambol dalam
kehidupan nyata.. SO....belajar lebih sabar, lerem, endapkan pikiran
dan perasaan..kiranya bisa menjadi pilihan bijak dalam memandang setiap
kejadian.
Jangan terlalu cepat mengambil
kesimpulan pada sebuah peristiwa.
Bisa jadi musibah
adalah kasih sayang Allah yang sedang menyamar.
Based on true story
Kotabaru, February 24th 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar