Jumat, 12 Juni 2026

Jembatan Pulau Laut, Sebuah Upaya Memudahkan Mobilitas Warga

Pulau laut adalah sebuah pulau yang merupakan bagian dari Provisi kalimantan Selatan berada diantara Pulau Kalimatan dan Pulau Sulawesi, Pulau laut adalah pusat ibukota Kabupaten Kotabaru yang merupakan kabupaten terluas, wilayahnya mencakup hampir 25 % wilayah Provins Kalimantan Selatan. Kotabaru disebut sebagai kota tertua di selatan Kalimantan. Sejak  awal, Kotabaru ditetapkan sebagai pusat perdagangan dan pelayaran penting. abad ke-19 dan telah berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan pertambangan. pada jaman kolinial.  wilayah Kotabaru merupakan perkampungan antara Sungai Sigam dan Sungai Taip, didalam tanahnya memiliki kandungan batubara yang saat itu dikelola oleh perusahaan Belanda .

Saat ini Kotabru telah berkembang menjadi kabupaten yang modern dengan kekayaan tambang yang berlimpah, batubara, emas, bijih besi, nikel dan potensi pariwisata alam yang lengkap, wisata bahari dan pegungungan. Selain potensi wisata alam Pukau laut juga memiliki potensu wisata budaya, sebagai pusat perdagangan di masa lalu tentu terjadi peleburan budaya dari para pedagang saudagar yang singgah di kotabaru, sehingga keanekaragaman budaya bisa dikemas menjadi daya tarik wisatawan dari lauar daerah. Sektor  pariwisata kesehatan pengobatan tradisional asli suku dayak juga memiliki peluang untuk dikembangkan. 

Pulau laut juga berlimpah akan Pohon aren, pohon aren masih keluarga dari palem-paleman, pohon aren bisa diperolah air nira dimana air nira bisa langsung dikonsumsi sebagai minuman atau diolah menajdi gula aren, batangpohon aren menghasilkan sagu aren, buahnya menghasilkan kolang kaling, dari ijuknya menghasilkan sapu, sikat bahkan tali kapal, dan manfaat lainnya dari akar maupun daunnya. Dengan banyaknya manfaat pohon aren sangat memungkinkan dikembangkan sektor wisata edukasi, pembentukan kampung aren akan memberi manfaat lebih bagi siapapun terutaman bagi generasi muda  untuk mendapatkan informasi tentang aren.dengan segala manfaat maupun peluang bisnisnya.  

Paradoksnya segala potensi yang ada, saat ini belum dikelola secara optimal, letak pulau laut yang cukup terpencil terpisah dari Pulau Kalimantan,  pilihan moda transportasi satu-satunya melalui penyeberangan fery sungguh memerlukan waktu tempuh yang lama dan mahal, hal tersebut  tentu sangat berpengaruh pada kenaikan harga komoditas baik kebutuhan pokok maupun kebutauhan lain yang menunjnag pengembangan potensi-potensi yang ada di Kotabaru. 

Membangun jembatan yang menghubungkan   Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut  menjadi keniscayaan yang perlu  segera diwujudkan, guna membuka isolasi wilayah dan mempercepat pengembangan kawasan ekonomi baru di Kalimantan Selatan.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut -Batu Licin sepanjang 3,75 km telah dirancang sejak tahun 2015, dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pelatakan batu pertama dilakukan oleh Wapres Yusuf Kalla. akan tetapi pembangunan jembatan mengalami perjalanan panjnag dalam proses pengerjaaanya, sempat terhenti pada tahun 2017 karena beberapa terkendala antara lain masalah rekomendasi teknis  dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan, sebagai jembatan bentang panjang yang melntasi selat aspek keselamatan struktur, desain kekautan, serta izin clearence (ketinggian ruang bebas untuk jalur kapal), memerlukan kajian mendalam dan memakan waktu lama untuk evaluasi ulang oleh Kementerian PUPR. 

Kendala skema pendanaan, pada saat perancanaan jembatan akan didanai dari APBD Provisni Kalimantan Selatan, APBD Kabupaten Kotabaru, APBD Kabupaten Tanah Bumbu, akan tetapi kapasitas anggaran daerah tidak sanggup mendanai bentang tengah yang memerlukan dana trilunan rupiah, tanpa adanya dukungan pendanaan APBN jembatan tersebut sempat kehilangan kejelasan kelanjutannya. 

Proyek juga terkendala pembebasan lahan di titik-titik krusial di wilayah Tanjung Serdang Kotabaru, hambatan administrasi maupun kesepakatan besaran ganti rugi kepada masyarakat berdampak pembanguanan jembatan tidak beriringan dikedua sisi pantai.

Ttitik terang keberlanjutan pembangunan Jembatan Pulau laut terjadi pada saat penandatangan kontrak, Senin 22 Desember 2025 PT Hutama Karya sebagai pemimpin konsorsium menandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Pulau Laut disaksikan olah  Gubernur Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Bumbu, Bupati Kotabaru dan jajaran Kementerian PUPR. Penandatanganan kontrak dan nota kesepatan pembanguanan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut menjadi landasan dimulainya tahapan kostruksi isfrastruktur strategis di Kalimantan Selatan. Pembangunan jembatan ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Dengan terhubungnya Pulau Kalimantan-Pulau Laut akan membawa manfaat yang sangat strategis bagi masyarakat di wilayah tersebut. Mobiltas Warga semakin lancar, tidak perlu lagi tergantung pada jadwal penyeberangan Fery, waktu tempuh perjalanan lebih singkat, distribusi logistik semakn lancar dengan biaya lebih murah, kawasan ekonomi disekitar jembatan akan berkembang pesat dan membuka banyak lapangan pekerjaan baru, sektor pariwisata di  kotabaru semakin berkembang yang selanjuntnya akan mendogkrak usaha penginapan, kuliner, dan produksi kerajinan khas Kotabaru antara lain produk sasirangan, gula aren, amplang ikan tengiri, kerajinan berbahan kayu ulin, minyak urut khas masyarakat Dayak dll.

Dengan hadirnya jembatan penghubung ini diharapkan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, tingkat inflasi terjaga, meningkatkan daya tarik investasi dan hasil akhirnya adalah kualitas hidup masyarakat setempat meningkat. 






Minggu, 05 April 2026

Selayang Pandang Dana Desa Kabupaten Tanah Bumbu

Kabupaten Tanah Bumbu merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan selatan yang merupakan pengembangan dari Kabupaten Kotabaru. Kabupaten tanah bumbu berada di pulau kalimantan, dengan luas wilayah 5.066 km2  beribukora di keamatan Batu Licin sedangkan pusat pemerintahan berada di kelurahan Gunung Tinggi, sedangkan pusat kegiatan usaha dan ekonomi berada pada Kecamatan Simpang Empat yang merupakan pecahan dari Kecamatan batulicin. Saat ini Kabupaten Tanah Bumbu terdiri dari 12 Kecamatan 152 desa dan 5 kelurahan. 

Sejak tahun 2015 pemerintah berkomitmen untuk melakukan pemeratan pembangunan sampai ke desa sehingga kesenjangan antar wilayah gap-nya semakin mengecil. Pembangunan yang langsung menyentuh pemerintahan terkecil atau desa menjadi keniscayaan untuk dimulai. PP 60 Tahun 2014 menjadi tonggak sejarah dimulainya penyaluran Dana Desa yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2015. Secara nasional penyaluran Dana desa nilainya terus meningkat secara nasional di tahun 2015 diangka 20 triliun dan pada tahun 2024 sudah menyentuh 71 triliun  tahun 2025 

Secara umum penyaluran Dana Desa  ditujukan untuk:

  1. meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat desa serta menggerkakkan ekonomi melalui BUMDes
  2. pengentasan kemiskinan eskrem melalui bantuan langsung tunai
  3. pembangunan infrastruktur desa melalui proyek-proyek padat karya dengan memaksimalkan tenaga kerja dan bahan baku lokal
  4. meningkatkan layanan dasar terutama bidang kesehatan dan pendidikan tingkat desa
  5. Pemberdayaan dan kemandirian, memperkuat kapasitas desa agar menjadi maju, mandiri dan demokratis serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Pada setiap peluncuran Dana Desa difokuskan pada hal-hal yang menjadi prioritas pemerintah pusat dan kebijakan penggunaan Dana Desa  selaras dengan kebijakan pemerintah pusat pada tahun tersebut.

Arah kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 difokuskan pada penggunaan Dana Desa untuk mendukung Asta Cita sesuai kewenangan desa melalui:

1.  penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT desa;
2.  penguatan desa berketahanan iklim dan tangguha bencana;
3.  penyediaan layanan dasar Kesehatan skala desa termasuk didalamnya untuk penanganan stunting;
4.  dukungan program ketahanan pangan;
5.  dukungan implementasi koperasi desa merah putih
6.  infrastruktur desa melalui padat karya tunai desa;
7.  infrastruktur digital dan teknologi di desa, dan/atau;
8.  program prioritas desa lainnya.

Tahun anggaran 2026 Kabupaten Tanah Bumbu mendapatkan Alokasi dana desa sebesar  Rp45.670.776.000,- yang dirinci untuk 152 desa. Sesuai ketentuan, penyaluran Dana Desa yang berasal dari APBN dibagai dalam 2 kelompaok besar, Dana Desa regular dan Dana Desa dalam mendukung pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dana Desa reguler disalurkan dalam 2 tahap, yaitu tahap I cepat di Bulan Januari 2026 paling lambat tanggal 15 Juni 2026 dan tahap II bisa disalurkan mulai Bulan April paling lambat mengikuti ketentuan langkah-langkah akhir tahun 2026.

Sampai dengan Bulan akhir Maret 2026 Kabupaten Tanah Bumbu telah menyalurkan dana desa sebanyak 148 Desa dengan nilai nominal sebesar Rp24.704.395.000,- atau 54,09% dari pagu Rp45.670.776.000,-. Penyaluran dimulai bulan Februari  2026 untuk 24 desa sebesar Rp4.233.840.400,- bulan Maret 2026 sebanyak 124 desa nonimal sebesar Rp20.470.554.600,-. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu selalu leading dalam penyaluran Dana Desa dari tahun ke tahun. Dengan tersisa 4 desa di tahap I di Bulan Maret, maka Tahap II akan disalurkan mulai Bulan April 2026.

Semangat dan komitmen semua pihak yang terlibat dalam percepatan penyaluran Dana Desa tentu sangat memberikan pengaruh positif pada geliat ekonomi di Kabupaten Tanah Bumbu.



Kamis, 08 Januari 2026

S U W U N G

 

Hiruk pikuk dunia menyilaukan mata, indah penuh pesona dan menggoda. Nampak cantik elok rupawan bak gadis belia yang sedang mekar. Gedung tinggi pencakar langit, gemerlap lampu warna-warni menambah keindahan pandangan mata. Iklan barang aneka rupa, ditampilkan begitu menarik bagai sihir yang mengalihkan focus, seolah-olah itulah yang harus diraih digapai, kalau tidak maka dianggap sebagai bagian manusia yang gagal.

Teknologi baru terus diciptakan semakin canggih semakin memudahkan dan menyederhakan pekerjaan katanya demikian, tapi faktanya teknologi semakin canggih dan manusiapun semakin sibuk, semakin ruwet pikirannya, semakin banyak keinginan yang meminta untuk dipuaskan.

Satu keinginan terwujud gembira sejenak lalu berangan-angan lagi mencari keinginan baru untuk dipuaskan, walau sebenarnya kepuasan itu tak pernah benar-benar terwujud, kebahagiaan yang diangankan justru terasa semakin jauh.

Ada yang bilang keinginan manusia hanya langit yang membatasinya. Benarkah demikian? Pertanyaanya langit yang mana? Dimana langit? Apakah langit benar-benar ada? Ataukah sebenarnya langit itu adanya dalam hati tiap manusia, sehingga dia sendirilah yang bisa menentukan batasnya. Mari merenung..

Kesenangan dunia bak fatamorgana semakin dikejar semakin  lari, kesenangan dunia bagai minum air laut semakin diminum semakin kehausan, semakin ingin memuaskan kesenangan dunia, yang ditemui justru rasa semakin kekurangan. Mari menyadarinya… bukankah Tuhan sudah sering berbicara dengan umatnya, Ketika terlalu sibuk maka tubuh sakit, ketika terlalu banyak angan-angan maka hati menjadi gelisah, ketika terlalu khawatir dengan hari esok maka rasa cemas yang timbul dan tubuh merespon dengan gejala-gejala psikosomatis. Bukankah itu Bahasa Tuhan sebagai reminding system, sebagai pengingat manusia…

Sentilan Tuhan terkadang begitu halus lembut hampir tidak dikenali, lagi-lagi karena terlau haus  untuk mengejar meraih kesenangan sehingga teguran demi terguran lewat begitu saja seolah itu hanyalah kejadian biasa. Sampai pada satu titik jiwa terasa kosong, hati begitu kering makna, rongga dada serasa hampa. Tak tahu lagi harus kemana dan harus bagaimana yang terasa hanya kosong dan kering….

Pada titik nadir itulah baru dia ingat kalau memiliki rumah yang telah lama ditinggalkan, lama kosong tak berpenghuni atau sebenarnya berpenghuni hanya saja sang penghuni lupa kalau punya rumah dan sedang berada didalam rumah. Rumah sejati itu tidak pernah jauh, dia berada dalam hati yang selalu membersamai kemanapun pergi, hanya perlu menyadari, kalau sebenarnya punya rumah yang damai dan penuh cinta dan kasih saying. Rumah yang perlu dinyalakan lampunya yang perlu disirami tamannya dijaga kebersihannya, sehingga membuat sang penghuni betah berada di dalamnya. Pertanyaannya kapan mau pulang, mau pulang dengan sukarela atau dipaksa pulang.

Tuhan Maha Sabar, dia menunggu saat hamba menyadari keberadaanNya, hamba menyadari telah tiba waktunya untuk kembali pada kesejatian yang penuh welas asih, damai dan bahagia. Menanggalkan semua predikat yang menempal pada tubuh fisiknya, yang membuatnya lupa akan dirinya.

Dia mulai mencari cara untuk melepaskan atribut dirinya entah jabatan atau kepemilikan yang selama ini dianggap miliknya. Dia menyadaari keriuhan hati pikiran dan perasaanyalah yang membuatnya chaos, membuat lupa diri. Saat itulah dia mulai rasa hati dan jiwa yang tenang akan mampu membawanya  kembali pada diri sejati, yang  mampu mengalir pada skenario hidup yang tersedia tanpa berusaha memodifikasinya. Mustahil menerima skenario hidup bila pikiran perasaan hati pikiran dan perasaan yang  bergejolak, kunci awal hanyalah tenang, tenang dan tenang.

Menepi dan menyendiri sejenak terkadang diperlukan untuk lebih mawas diri, mengenal diri yang selama ini telah lupa diri, tertutup banyak atribut predikat yang sengaja disematkan demi mendapatkan pengakuan. Berdiam diri memungkinkan manusia berkomtemplasi, berdialog dengan diri sendiri untuk mulai mengenal dirinya kembali. Sehingga pelan-pelan segala atribut predikat yang menutupi diri sejati bisa dikelupas satu persatu.

Semua teori diatas barulah sbagai informasi yang diterima sehingga menjadi pengetahuan, tapi setidaknya pengetahuan bisa menjadi bekal diri saat mengalami.

Hidup penuh kejutan dan keajaiban berhias misteri indah, tiba-tiba covid datang tanpa permisi, tiba-tiba badai PHK tak tekendali, kaget, chaos, panik, takut, khawatir, cemas, serasa janjian datang bersamaan, membuat tubuh oleng mata berkunang-kunang, tak berani lagi mengunci pintu lawang karena takut tubuh akan tumbang, tak kuasa lagi memegang stang bulat maupun panjang, panik dikeramaian keringat dingin bercucuran, pundak dan tengkuk kaku seperti berisi bebatuan. Reset ulang hidup tak bisa ditunda lagi.

Beruntung masih tersisa sedikit kewarasan…dalam perenungan mulailah berpikir….mau  sampai kapan seperti ini? Takut cemas khawatir terus menerus, apakah kau menghina Tuhan berpikir ciptaanNya begitu rapuh dan gampang tumbang, bukankah Dia Yang Maha Sempurna tentu ciptaanNya pun sempurna. Maka diamkanlah pikiranmu…. merenunglah, berhentilah mengarang cerita honor dalam anganmu, cukupkanlah anganmu disini saat ini,jangan berlari terlalu jauh. Ajak angan, hati, dan pikiranmu diam menikmati, karena yang telah lewat tak akan kembali dan esok hanyalah ilusi.

Apakah semudah itu? Jawabnya TIDAK..ada penolakan-penolakan dari ego yang selalu mau dimenangkan. Apakah bisa..tentu bisa atau setidaknya paksa diri untuk bisa dan berlatih bisa, berlatih lagi, lagi dan lagi sampai pada satu titik terbiasa.

Melatih diri menjeda dalam hening suwung dan tenang maka segala yang datang menjadi melambat, mampu dipetakan dengan lebih jelas, mampu dipilah dan pilih, ke-chaos-anpun pelan-pelan terurai.

So dalam suwung tenang damai bahagia hadir membersamai, dalam hening memberi energi.. tercipta hal-hal baru tercipta kini. maka MARI MENGHENING MAKA AKAN MENCIPTA!!!