Senin, 24 Februari 2025

Karambol

Karambol adalah permainan meja yang merupakan modifikasi dari olahraga biliar. Awalnya permainan biliar dianggap sebagai olahraga untuk kalangan dewasa, maka Karambol dibuat untuk anak anak.

Namun perlahan karambol kian mendunia. Bahkan dimainkan oleh orang dewasa, sampai memiliki kekuatan karambol dunia.

Karambol sebagai permainan rakyat, baik di India maupun di Indonesia yang kerap dijumpai di tepi jalan atau di tempat-tempat orang berkumpul. Kompetisi karambol biasa diadakan pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia di kampung-kampung.

Karambol bolehlah dianalogikan sebagai cerita kehidupan, setiap slentikan pada 1 biji karambol akan mennggeser satu biji karambol atau bahkan akan memantulkan  banyak biji karambol dengan arah yang tak beraturan tak bisa diprediksi. satu pukulan akan membuat banyak gerakan penyesuaian sebagai konsekuensi adanya gesekan dan benturan.

Suatu hari seorang gadis cantik tergolek di rumah sakit karena sedang menunggu jadwal operasi jari tangannya,  terjadi fraktur karena jatuh dari sepeda  motornya. Beberapa malam dia berada di rumah sakit dengan didampingi keluarga kecuali ibunya.  

Terpaut jarak ribuan kilometer sang ibu gelisah tak bisa mendampingi sang anak yang sedang berada di rumah sakit. sang ibu sedang mejalankan tugas pekerjaan, sebagai konsekuesni akan pilihannya. 

Kesempatan Cuti dalam rangka libur panjang telah dipilih, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, sebelum jadwal kepulangan tiba, sang putri terjatuh dari motornya. Mendengar kabar putrinya kecelakan, sebagai seorang ibu tentu ingin segera melihat kondisi putrinya, akan tetapi ketika meminta ijin cuti dimajukan ...ternyata tidak disetujui pimpinannya dengan alasan .."cuma patah tulang ini jauh dari nyawa". 

Pada akhirnya waktu cutipun tiba, menempuh penerbangan hampir 2 jam, mendaratlah di bandara tujuan dan segera meluncur ke rumah untuk selanjutnya segera bergegas menuju rumah sakit guna menemani sang putri. Bahagialah mereka berdua dan  sejenak melupakan jari yang patah.

Tiba waktunya operasi jari tangan, sesuai jadwal yang telah ditetapkan, operasi berjalan dengan baik. Waktu berlalu dan tak terasa waktunya si ibu kembali ke tempat tugas. Pada saat menjelang terbang di anak berbisik "aku mau ibu nemani sampe pen ku diambil.."  apa boleh buat ibu tersebut waktunya kembali untuk melaksanakan tugas karena jatah cuti telah habis.

Pada belahan dunia yang berbeda, masih berkisah tentang seorang ibu yang tangguh berjuang demi anaknya, ketangguhannya dibuktikan dengan bertahan sebagai single parent dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut membuatnya menjadi wanita tangguh (baca berwatak keras). Sangat berkomitmen dengan tanggung jawabnya, yang bagi orang lain disebeut teguh pendirian, ketika telah memilih dan mengambil keputusan maka jangan sekali-kali mundur. 

Suatu ketika dalam obrolan ringan dengan sesama perempuan (baca sesama ibu), mereka  berkerja pada 1 institusi yang sama sebagai atasan dan staf,  seorang ibu bertanya "Kenapa jarang pulang bu?" si bu menjawab "Anakku sudah besar-besar ngapain pulang yang penting transferan ga pernah telat"    begitu terlontar secata spontan,  "owh begitu ya bu" , gumam ibu yang lain,  "iyalah",  jawab ibu tadi.

Waktu terus bergulir tanpa ada yang bisa menghentikan, suatu hari Jumat yang cukup mendung dibarengi dengan rintik hujan, hawa dingin menggelayut menyentuh kulit. kiranya berolahraga merupakan pilihan bijak, untuk menaikkan suhu tubuh...menghangatkan badan. 

Raket tennis lama teronggok dipojokkan ruang kerja, lengkap dengan bajunya dari kulit sintetis hitam dengan corak garis putih berjajar tiga, debu tipis nampak menempel dikulit pembungkus tersebut. 

Dengan cukup percaya diri dan niat baik berolahraga agar tubuh fit, raket tennis diambil dan mulailah berjalan menuju lapangan di seberang kantor, SOP dijalankan dengan melakukan pemanasan sebelum memulai pertandingan, demi mengurangi risiko cedera. 

Set pertama berjalan dengan lancar dengan skor akhir 6-3 untuk ibu atasan, set kedua baru berjalan 2 game, memasuki game ketiga awalnya semua berjalan lancar, tiba-tiba terengar suara brukk..rupanya si ibu tidak tepat mendaratkan kakinya setelah melakukan pukulan lop yang cukup tinggi. Seketika terjadi kepanikan dan pertandingan dihentikan, karena ternyata si ibu tidak mampu lagi  berdiri. Dengan dipapah 2 orang, berjalanlah beliau dengan tertatih-tatih, driver segera menuju lapangan untuk langsung membawa  ibu tersebut  menuju rumah sakit terdekat.

IGD tidak terlalu ramai, dokter jaga dan seluruh perawat telah siap siaga melakukan prosedur pemeriksaan, melihat pembengkaan dan nyeri lokal pada area yang cedera dan mengamati gerakan spontan dan pasif pasien, selanjutnya dilakukan prosedur foto rontgen untuk mengidentifikasi patah tulang. hasil pemeriksaan  terdapat cedera patah tulang di beberapa tempat. Dan harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih komplit alkesnya. Untung tak dapat diraih..malang tak dapat ditolak. Maksud hati ingin sehat akan tetapi kenyataan berbicara lain.  

Rumah sakit besar terdekat telah siap untuk dipilih, sebagai perantauan jauh dari sanak saudara, maka diputuskan untuk dilakukan tindakan di rumah sakit dimana keluarga besar berada. Preparasi segera dilakukan untuk menuju homebase agar segera dilakukan tindakan yang diperlukan sehingga tidak memperparah kondisi cederanya. 2 Tiket pesawat telah dibeli, pun juga sop penjemputan di bandara tujuan juga disiapkan. 

Dihari yang telah ditentukan, maka dimulailah perjalanan 2 ibu, ibu atasan sebagai pasien dan ibu staf  sebagai pendamping, sang pasien adalah ibu yang jarang relatif pulang karena anak-anak nya telah dewasa, dan ibu pendamping  seorang ibu yang  pengin dirumah karena anaknya berharap didampingai saat proses penyembuhan luka patah tulangnya. Singkat cerita sesampinya di bandara tujuan, ibu atasan langsung dijemput keluarganya dan langsung dibawa ke rumah sakit yang ditentukan.

Dari peristiwa tersebut  bolehlah kiranya apabila kita memaknai musibah tidak selalu sebagai bencana, tidak ada kejadian yang kebetulan,  dengan kesabaran dan keterbukaan mata hati dan pikiran akan ada hikmah disetiap peristiwa.  Jatuh patah tulang mengantar 2 orang ibu kepada keluarganya, walaupun dengan latar cerita yang berbeda akan tetapi Allah menyusun skenario dengan begitu rapi dan indah. Satu peristiwa menyebabkan peristiwa  lainnya terjadi, layaknya permainan karambol dalam kehidupan nyata.. SO....belajar lebih sabar, lerem, endapkan pikiran dan perasaan..kiranya bisa menjadi pilihan bijak dalam memandang setiap kejadian.

 

Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan pada sebuah peristiwa.

Bisa jadi musibah  adalah  kasih sayang Allah yang sedang menyamar.

 

Based on true story

Kotabaru, February 24th 2025


Sabtu, 22 Februari 2025

Tugas Baik Semesta

 Senin sepulang kerja, tiba-tiba pak bos menelepon, dengan nada buru-buru seperti biasanya saat ada tugas penting (aku memaknai penting) dan mendesak. terdengar dengan jelas suara dari sambungan tersebut, "Mbak besok ada kegiatan PIP di Batulicin bersama tim kanwil dan Pak Kanwil memerintahkan KPPN ikut juga, sampean yang berangkat ya?' dilanjutkan dengan arahan lebih detil lagi, besok harus berangkat jam berapa, dengan siapa, pake mobil yang mana, lewat jalan yang mana, mengingatkan mengisi e-money dan sekaligus memitigasi risikonya apabila terjadi kendala di penyeberangan. 

Sehabis maghrib mb bendahara mengantarkan lembar SPD dan perbekalan secukupnya untuk akomodasi kotabaru batulicin PP tanpa menginap. selanjutnya mulailah persiapkan diri untuk perjalanan yang esok pagi. 

Sesuai instruksi tepat 7 pagi wita memulai perjalanan tugas ke seberang bersama sopir kantor. Kegiatan dijadwalkan 10, sesuai perhitungan space waktu 3 jam cukup untuk mencapai lokasi masih berpikir lokasi yang dituju di Batulicin dan sekitarnya walau lihat map sesuai alamat berada amat jauh. Menuju penyebangan menempuh waktu 30 menitan, dan penyeberangan masih cukup sepi hanya ada beberapa mobil mengantri dan 2 sepeda motor, Fery telah siap berdandar untuk diisi mobil dan sapa saja yang memerlukan jasanya  untuk diantarkan  menuju pulau Kalimantan. Tepat jam 8 kurang 10 wita antrian mulai bergerak memasuki fery, semua kendaraan berjalan mundur , mengisi kiri terus kanan memastikan beban fery seimbang, setelah semua kendaraan berbaris rapi kurang lebih jam 8 lewat 10 fery mulai bergerak perlahan, kurang paham juga kecepatan berapa knot. usah risau dengan kecepatan Fery,  nikmati  saja perjalanan atau anggaplah petualangan.

Pagi itu udara cukup sejuk, angin semilir menyertai keberangkatan fery, sejauh  mata memandang nampak hijaunya bukit bamega yang sangat terkenal, sinar matahari memancar sinarnya dengan gembira otomatis menggembirakan juga hatiku.  Pikiran baik menjadikan yang didepan mata selalu nampak baik sebagaimana ungkapan "like attract like", sesungguhnya yang diluar hanyalah refleksi dari dalam. Begitu kata para guru spiritual.

Sejenak membuka aplikasi gugel map, guna memastikan alamat yang dituju, gugel menampakkan waktu tempuh yang masih cukup lama, dalam hati agak ada rasa gusar, karena undangan jam 10 pagi. sedangkan jarak yang perlu ditempuh masih 3,5 jam lagi dan jam menunjukkan pukul 9, ada rasa bersalah yang menyelinap, andai tahu perlu menempuh jarak sejauh itu tentu akan berusaha berangkat lebih pagi. apa boleh buat, sudah mengerjakan sesuai instruksi pimpinan dan ada uang negara yang perlu dipertanggungjawabkan. Sejenak mengontak kawan yang mengirimkan udangan, dan didapatkan informasi kalau profilling diperkirakan selesai jam 2 siang. Lumayanlah masih layak untuk meminta bukti kehadiran. jam 11.40 akhirnya sampai juga pada alamat yang dituju. Nimbrung pada kegiatan profilling dan  wawancara. Kurang lebih jam 13.40 atau 2 jam sejak kehadiran, kegiatan berakhir karena dirasa informasi yang diperlukan telah cukup memadai. ups..dalam hati "kudu menempuh 5 jam lagi untuk balik Kotabaru". Baiklah misi harus dituntaskan. Balik lagi ke ungkapan "pikiran baik akan bikin hati baik ending e nemu kebaikan...!!!"

Dalam perjalanan balik, karena telah tiba waktu sholat, mampirlah ke masjid di pinggir jalan, jarak tempuh yang lebih dari 80 km diperkenankan untuk jama qasr antara sholat duhur dan asyar, dengan pertimbangan jarak penyeberangan masih cukup jauh dan berharap sampai di kotabaru tidak terlalu malam sehingga masih cukup waktu untuk istirahat. Dari dalam masjid nampak seorang lelaki tua yang memarkirkan motornya, berpikir beliau akan melaksanakan sholat juga. Bergegas ingin segera melanjutkan perjalanan. Bapak sepuh tadi memanggil-manggil dik adik, setelah tolah toleh kanan kiri ternyata tidak ada orang lain. owh nggih pak, ada apa pak? jawabku dengan sedikit ragu, ini bapak jual kepiting, beli ya bu? ganti manggil ibu beliaunya, dalam hati berpikir "owh ini toh tugas ku hari ini. sebagai jalan rejeki bagi beliaunya". Baik pak, jawabku, tidak sampe 10 menit transaksi jual beli berlangsung. Untuk pertama kalinya merasa hati diketuk sama Allah, ini tugasmu jalankan dengan baik jangan bilang tidak. Maturnuwun Gusti Allah diberi ruang "sadar" bukan ruang "ego".

Perjalanan masih cukup panjang, mampirlah ke warung makan, karena panggilan alam telah berkumandang, perut keroncongan, waktu menjelang jam 4 sore, Kalijo dipinggir jalan menjadi pilihan. Tak perlu berlama-lama di Kalijo sama-sama kelaparan. selsai malan bayar.... Perjalanan dilanjutkan menuju penyeberangan tanjung serdang, sesampai dipenyeberangan, tak perlu menunggu lama, mobil langsung masuk Fery dan fery langsung penuh sehingga segera bergerak mengantarkan kami para penumpang menuju seberang.   45 menit berlalu fery pun sandar, selanjutnya perjalanan menempuh jalan berkelok-kelok cukup indah untuk dinikmati, diluar cuaca mendung dan hujan  gerimis membuat hawa makin adem, sejenak sayup-sayup suara mesin mobil masih terdengar dan lama-lama suara mesin makin melemah sampai akhirnya tak terdengar lagi, rupanya sempat tertidur... hehehe...

Menjelang malam.... memasuki Kotabaru disambut lampu warna-warni di setiap jembatan, jalanan basah, nampak  genangan air disana-sini menandakan hujan deras baru saja usai. Mobil melaju pelan sebagai antisipasi agar tidak menyebabkan cipratan air dari ban mobil yang sangat mungkin membuat pengendara sepeda motor terpercik air hujan. And the end of the jouney 19.07 klekk..pintu rumah dinas terbuka. 

Alhamdulillah tugas bisa diselesaikan.



  




Sabtu, 15 Februari 2025

Semburat Abu-Abu

Pada suatu siang di kantor , tepat waktu sholat dhuhur tiba, bermakusud menyegerakan sholat, masuklah ke toilet depan untuk mengambil air wudhu sebagai bagian dari rangkaian syariat sholat..hehehe semua orang juga tahu ya kalau sebelum sholat wudhu dulu. Sebagai perempuan berkerudung tentu sebelum wudhu, kerudung dilepas guna mengoptimalkan rukun wudhu. Dalam toilet khusus perempuan dilengkapi dengan fasilitas cermin yang dicantolkan pada tembok dekat pintu masuk, terdapat washtafel juga dengan dengan kondisi yang cukup bersih, tissue gulung dan sabun cuci tangan  tersedia sebagai pelengkap toliet dengan konsep kering.  Hanya belum tersedia disifectan yang  konon kabarnya bisa berfungsi sebagai penghalau kuman dan bakteri pada kloset duduk..terimalah syukuri yang ada..

Selesai wudhu...tertegun lihat diri sediri dalam cermin pantulan diri....wow..ternyata sudah mulai banyak sign tanda ayat dari Sang Maha Pencipta... Ayat-ayat tadi kalau ditelaah lebih dalam ingin menyampaikan pesan..wahai hambaKu lihatlah. dirimu yang tak lagi  muda...

Check it out...

Cobalah untuk tersenyum dan cek disudut mata..disana ada pesanKu lhoo.... oww bener juga.. terdapat  wrinkle, bukan wrinkle wrinkle little star lho ya.. nampak  garis-garis halus di kelpoak mata.... 

Lihat lagi sedikit ke atas.. coba ada apa? dulu  hitam legam tebal berkilat-kilat layaknya batu bara.. sekarang apa yang terlihat? mulai nampak semburat abu-abu nan berkilau... hmmm... 

Lihat lagi dengan cermat kulit pada kelopak  mata bawah...telah ada sedikit gembungan yang ga kempes-kempes..

Meluncur lagi sedikit kebawah mulai tuh ada bercak kulit yang lebih gelap dibanding sekitarnya melasma  flek-flek halus mulai menyapa... 

Garis senyummu juga nampak semakin jelas terlihat... bahkan tanpa melihat dengan seksama. 

Ketika melihat dalam jarak baca-pun dirimu mulai butuh sambungan (alat bantu/ kaca mata) bahkan dalam kondisi tertentu terkadang memerlukan surya kantha untuk bisa melihat dengan jelas.

Nahhhh....

Pada akhirnya rambut tebal hitam legam bak batubara telah berlalu berganti dengan semburat abu-abu, kulit lembut (walau hanya perasaan saja) sudah lewat juga berganti keriput keriput halus. Mata yang tajam yang mampu untuk memasukkan benang ke lubang jarum kini selalu meleset dengan sudut yang makin melenceng.

Nyatanya waktu terus berjalan tanpa ampun, terus merayap tanpa mau menunggu kamu. 

Ah.. tersenyumlah usah risau semua berjalan secara alamiah, cantikmu tak berkurang sedikitpun (besarkan hati diri sendiri)

ada sisi cantik disetiap tahapan usia... berapapun itu. Cantik saat bayi akan berbeda dengan cantik saat anak-anak pun juga berbeda cantiknya saat menuju remaja, kamatangan saat dewasa juga memancarkan kecantikan yang luar biasa, pun disaat menuju tua tetap cantik dengan aura menenangkan. Sekali lagi usah risau. Risau tak  mampu membuat waktu berputar ke belakang. 

Menerima realita se-apa adanya jauh lebih menenangkan dan membahagiakan. 

Soo tetaplah merasa cantik walau sudah emak-emak



Saturday night @Kotabaru  February 15th  2025
Perjalanan menuju 51





Kamis, 06 Februari 2025

Awang-Awang

Perjalanan  menuju rumah kali  terasa begitu special setelah  hampir 3 bulan stay cool di Kotabaru, rasa campur aduk gado-gado nano-nano pada hari itu. Setaelah koper tertata rapi yang isinya  oleh-oleh kesukaan sekaligus sebagai alasan untuk membuka koper. Travel langganan telah dipesan dan menjelang jam 8 malam travel datang menjemput. Doa telah dilantunkan dengan harapan perjalan lancar menuju bandara Syamsudin Noor. Hujan di sepanjang perjalanan, mobil melaju dengan melewati jalanan basah, dilanjutkan dengan menyeberang selat laut menuju pulau besar dan selanjutanya melewati jalan baru naik turun meliuk-liuk bak penari ular mobil terus melaju menembus jalan pegunungan membuat suhu di dalam mobil semakin dingin. 

Sabtu dini hari tepatnya jam 1.42  Travel merapat  di Bandara Syamsudin Noor, suasana bandara tidak sepi juga tidak terlalu ramai, ada puluhan orang yang sedang menunggu penerbangan pertama di pagi itu. Mengamati sekeliling sambil mencari tempat yang cukup nyaman di lorong bandara yang masih gelap untuk sekedar duduk bersantai sambil menikmati badan yang lumayan capek sekaligus menahan kantuk yang cukup mendera. 

Area bandara  dibuka tepat jam 04.00 wita sehingga para penumpang menunggu dipelataran sambil duduk dan ngobrol sesama calon penumpang sekedar mengusir kebosanan, menjelang jam 4 penumpang makin ramai dan didominasi para calon jemaah umroh. Setelah menunggu  lebih 2 jam akhirnya pintu bandara dibuka, penumpang langsung menghamabur masuk bandara, sebagian mampir mendekati mesin pencetak boarding pass, sebagian menuju counter check in untuk memasukkan bagasi, sedangkan sebagian besar penumpang langsung menuju antrian pemeriksaan barang selanjutnya menuju ruang tunggu sesuai dengan gate masing-masing jadwal penerbangan. 

Menunggu penerbangan jam 6 sedangkan waktu sholat shubuh jam 5.04 sehingga masih cukup waktu sekedar selonjoran di musholla dan ternyata sempat terlelap sejenak..nikmat sekali..., sampai terdengar suara adzan berkumandang. Subuh ditunaikan dan segera menuju gate sesuai jadwal penerbangan.

5.30 terdengar panggilan dari pengeras suara dengan 3 bahasa Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Banjar,  para penumpang Lion air penerbangan JT 311 menuju Surabaya dipersilakan naik ke pesawat melalui pintu 7. 

Memasuki pesawat disapa para pramugari ramah nan cantik wangi hehehe. Setelah semua prosedur penerbangan dipatuhi maka tepat jam 6 wita pesawatpun tinggal landas menuju Surabaya. 

Berada tepat disebelah jendela pesawat memberi kesempatan mata melihat hamparan langit luas tanpa batas. Setiap kali berada diawang-awang selalu meberikan pengalaman yang berbeda. terselip rasa deg-degan berada di ketinggian akan tetapi juga muncul rasa kagum akan alam semesta yang begitu luas tak berbatas, Langit cukup cerah awan berarak membentang menyajikan ornament putih abu-abu yang menyejukkan, matahari terbit pelan menampakkan diantara sela-sela awan dia begitu indah memancarkan semburat warna jingga membentang dari ufuk ke ufuk yang lain, seketika kegelapan sirna digantikan cahaya matahari yang menerangi semesta. 

Menakjubkan 

Maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang sanggup kau dustakan

Maha Besar Allah dengan segala ciptaan-NYa



Kenangan perjalanan 25 Jan 25