KEPOMPONG MENJADI KUPU-KUPU
Dikisahkan ada seorang wanita yang anggun hidup di sebuah rumah yang cukup luas, dengan taman indah penuh dengan bunga beraneka warna, tak lupa disekeliling tamannya ditanami tanaman perdu yang menambah suasana rumah itu makin asri. Setiap hari dengan penuh kasih sayang bagaikan dia merawat bayi yang baru lahir. Nyonya merawat bunga-bunga aneka rupa, mawar melati, anggrek, anyelir, harum semerbak aneka aroma...
Suatu sore saat dia duduk-duduk di tengah taman sambil menikmatai hangatnya senja...ditemani secangkir teh tawar..dan dua potong pisang goreng yang masih mengepul..dia membayangkan alangkah indahnya..andai taman ini dipenuhi kupu-kupu aneka warna yang terbang kesana kemari hinggap mengelilingi bunga-bunga yang sedang mekar.....
Setiap sore dia bayangkan itu..dia inginkan itu...dia banyangkan itu setiap hari...detik berganti detik, menit beranjak jam...hari terus begulir..
Dia mendapati kenyataan yang berbeda..bunga-bunganya tidak lagi indah..daun-daunnya tidak lagi rindang..bahkan terkesan daun mengering meranggas..tersisa tulang-tulang dedaunan...ulat bertebaran bagai monster yang kelaparan menghabiskan dedaunan tanpa sisa..
Ada sedikit rasa kecewa tak lagi nampak merah kuning ungu biru .....tak lagi tercium aroma wangi bunga, udara panas terik musim kemarau cukup menyengat...sungguh bukan suasana yang diharapkan.
Bergelantungan diranting dan dahan layaknya pesenam indah yang akan berlaga di arena, banyak sekali, monster yang laparpun tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Melhat kondisi itu nyonya besar enggan bertandang ke taman, dibiarkannya apa adanya.
Sepekan berlalu, terhampar pemandangan yang menakjubkan, kupu aneka warna memenuhi pejajahan taman nyonya besar hijau kuning hitam besar kecil beterbangan,, hinggap di pucuk bunga-bunga yang mekar, sayap mengepak tanpa henti seakan sedang menikmati kebebasan....
Senyum mengembang dibibir nyonya besar, kalimat pujian tiada henti sebagai wujud syukur akan pemandangan indah yang terhampar di depan mata..perlu sedikit kesabaran untuk menikmati keindahan
harmoni kehidupan .
Pengorbanan dan menunda kesenangan adalah keniscayaan untuk memperoleh hasil maksimal.
S E G A LA P U J I H A N Y A B A G I N Y A
M A K A N I K M A T M A N A L A G I Y A N G K A U D U S T A K A N