Jumat, 12 Juni 2026

Jembatan Pulau Laut, Sebuah Upaya Memudahkan Mobilitas Warga

Pulau laut adalah sebuah pulau yang merupakan bagian dari Provisi kalimantan Selatan berada diantara Pulau Kalimatan dan Pulau Sulawesi, Pulau laut adalah pusat ibukota Kabupaten Kotabaru yang merupakan kabupaten terluas, wilayahnya mencakup hampir 25 % wilayah Provins Kalimantan Selatan. Kotabaru disebut sebagai kota tertua di selatan Kalimantan. Sejak  awal, Kotabaru ditetapkan sebagai pusat perdagangan dan pelayaran penting. abad ke-19 dan telah berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan pertambangan. pada jaman kolinial.  wilayah Kotabaru merupakan perkampungan antara Sungai Sigam dan Sungai Taip, didalam tanahnya memiliki kandungan batubara yang saat itu dikelola oleh perusahaan Belanda .

Saat ini Kotabru telah berkembang menjadi kabupaten yang modern dengan kekayaan tambang yang berlimpah, batubara, emas, bijih besi, nikel dan potensi pariwisata alam yang lengkap, wisata bahari dan pegungungan. Selain potensi wisata alam Pukau laut juga memiliki potensu wisata budaya, sebagai pusat perdagangan di masa lalu tentu terjadi peleburan budaya dari para pedagang saudagar yang singgah di kotabaru, sehingga keanekaragaman budaya bisa dikemas menjadi daya tarik wisatawan dari lauar daerah. Sektor  pariwisata kesehatan pengobatan tradisional asli suku dayak juga memiliki peluang untuk dikembangkan. 

Pulau laut juga berlimpah akan Pohon aren, pohon aren masih keluarga dari palem-paleman, pohon aren bisa diperolah air nira dimana air nira bisa langsung dikonsumsi sebagai minuman atau diolah menajdi gula aren, batangpohon aren menghasilkan sagu aren, buahnya menghasilkan kolang kaling, dari ijuknya menghasilkan sapu, sikat bahkan tali kapal, dan manfaat lainnya dari akar maupun daunnya. Dengan banyaknya manfaat pohon aren sangat memungkinkan dikembangkan sektor wisata edukasi, pembentukan kampung aren akan memberi manfaat lebih bagi siapapun terutaman bagi generasi muda  untuk mendapatkan informasi tentang aren.dengan segala manfaat maupun peluang bisnisnya.  

Paradoksnya segala potensi yang ada, saat ini belum dikelola secara optimal, letak pulau laut yang cukup terpencil terpisah dari Pulau Kalimantan,  pilihan moda transportasi satu-satunya melalui penyeberangan fery sungguh memerlukan waktu tempuh yang lama dan mahal, hal tersebut  tentu sangat berpengaruh pada kenaikan harga komoditas baik kebutuhan pokok maupun kebutauhan lain yang menunjnag pengembangan potensi-potensi yang ada di Kotabaru. 

Membangun jembatan yang menghubungkan   Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut  menjadi keniscayaan yang perlu  segera diwujudkan, guna membuka isolasi wilayah dan mempercepat pengembangan kawasan ekonomi baru di Kalimantan Selatan.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut -Batu Licin sepanjang 3,75 km telah dirancang sejak tahun 2015, dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pelatakan batu pertama dilakukan oleh Wapres Yusuf Kalla. akan tetapi pembangunan jembatan mengalami perjalanan panjnag dalam proses pengerjaaanya, sempat terhenti pada tahun 2017 karena beberapa terkendala antara lain masalah rekomendasi teknis  dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan, sebagai jembatan bentang panjang yang melntasi selat aspek keselamatan struktur, desain kekautan, serta izin clearence (ketinggian ruang bebas untuk jalur kapal), memerlukan kajian mendalam dan memakan waktu lama untuk evaluasi ulang oleh Kementerian PUPR. 

Kendala skema pendanaan, pada saat perancanaan jembatan akan didanai dari APBD Provisni Kalimantan Selatan, APBD Kabupaten Kotabaru, APBD Kabupaten Tanah Bumbu, akan tetapi kapasitas anggaran daerah tidak sanggup mendanai bentang tengah yang memerlukan dana trilunan rupiah, tanpa adanya dukungan pendanaan APBN jembatan tersebut sempat kehilangan kejelasan kelanjutannya. 

Proyek juga terkendala pembebasan lahan di titik-titik krusial di wilayah Tanjung Serdang Kotabaru, hambatan administrasi maupun kesepakatan besaran ganti rugi kepada masyarakat berdampak pembanguanan jembatan tidak beriringan dikedua sisi pantai.

Ttitik terang keberlanjutan pembangunan Jembatan Pulau laut terjadi pada saat penandatangan kontrak, Senin 22 Desember 2025 PT Hutama Karya sebagai pemimpin konsorsium menandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Pulau Laut disaksikan olah  Gubernur Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Bumbu, Bupati Kotabaru dan jajaran Kementerian PUPR. Penandatanganan kontrak dan nota kesepatan pembanguanan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut menjadi landasan dimulainya tahapan kostruksi isfrastruktur strategis di Kalimantan Selatan. Pembangunan jembatan ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Dengan terhubungnya Pulau Kalimantan-Pulau Laut akan membawa manfaat yang sangat strategis bagi masyarakat di wilayah tersebut. Mobiltas Warga semakin lancar, tidak perlu lagi tergantung pada jadwal penyeberangan Fery, waktu tempuh perjalanan lebih singkat, distribusi logistik semakn lancar dengan biaya lebih murah, kawasan ekonomi disekitar jembatan akan berkembang pesat dan membuka banyak lapangan pekerjaan baru, sektor pariwisata di  kotabaru semakin berkembang yang selanjuntnya akan mendogkrak usaha penginapan, kuliner, dan produksi kerajinan khas Kotabaru antara lain produk sasirangan, gula aren, amplang ikan tengiri, kerajinan berbahan kayu ulin, minyak urut khas masyarakat Dayak dll.

Dengan hadirnya jembatan penghubung ini diharapkan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, tingkat inflasi terjaga, meningkatkan daya tarik investasi dan hasil akhirnya adalah kualitas hidup masyarakat setempat meningkat. 






Minggu, 05 April 2026

Selayang Pandang Dana Desa Kabupaten Tanah Bumbu

Kabupaten Tanah Bumbu merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan selatan yang merupakan pengembangan dari Kabupaten Kotabaru. Kabupaten tanah bumbu berada di pulau kalimantan, dengan luas wilayah 5.066 km2  beribukora di keamatan Batu Licin sedangkan pusat pemerintahan berada di kelurahan Gunung Tinggi, sedangkan pusat kegiatan usaha dan ekonomi berada pada Kecamatan Simpang Empat yang merupakan pecahan dari Kecamatan batulicin. Saat ini Kabupaten Tanah Bumbu terdiri dari 12 Kecamatan 152 desa dan 5 kelurahan. 

Sejak tahun 2015 pemerintah berkomitmen untuk melakukan pemeratan pembangunan sampai ke desa sehingga kesenjangan antar wilayah gap-nya semakin mengecil. Pembangunan yang langsung menyentuh pemerintahan terkecil atau desa menjadi keniscayaan untuk dimulai. PP 60 Tahun 2014 menjadi tonggak sejarah dimulainya penyaluran Dana Desa yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2015. Secara nasional penyaluran Dana desa nilainya terus meningkat secara nasional di tahun 2015 diangka 20 triliun dan pada tahun 2024 sudah menyentuh 71 triliun  tahun 2025 

Secara umum penyaluran Dana Desa  ditujukan untuk:

  1. meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat desa serta menggerkakkan ekonomi melalui BUMDes
  2. pengentasan kemiskinan eskrem melalui bantuan langsung tunai
  3. pembangunan infrastruktur desa melalui proyek-proyek padat karya dengan memaksimalkan tenaga kerja dan bahan baku lokal
  4. meningkatkan layanan dasar terutama bidang kesehatan dan pendidikan tingkat desa
  5. Pemberdayaan dan kemandirian, memperkuat kapasitas desa agar menjadi maju, mandiri dan demokratis serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Pada setiap peluncuran Dana Desa difokuskan pada hal-hal yang menjadi prioritas pemerintah pusat dan kebijakan penggunaan Dana Desa  selaras dengan kebijakan pemerintah pusat pada tahun tersebut.

Arah kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 difokuskan pada penggunaan Dana Desa untuk mendukung Asta Cita sesuai kewenangan desa melalui:

1.  penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT desa;
2.  penguatan desa berketahanan iklim dan tangguha bencana;
3.  penyediaan layanan dasar Kesehatan skala desa termasuk didalamnya untuk penanganan stunting;
4.  dukungan program ketahanan pangan;
5.  dukungan implementasi koperasi desa merah putih
6.  infrastruktur desa melalui padat karya tunai desa;
7.  infrastruktur digital dan teknologi di desa, dan/atau;
8.  program prioritas desa lainnya.

Tahun anggaran 2026 Kabupaten Tanah Bumbu mendapatkan Alokasi dana desa sebesar  Rp45.670.776.000,- yang dirinci untuk 152 desa. Sesuai ketentuan, penyaluran Dana Desa yang berasal dari APBN dibagai dalam 2 kelompaok besar, Dana Desa regular dan Dana Desa dalam mendukung pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dana Desa reguler disalurkan dalam 2 tahap, yaitu tahap I cepat di Bulan Januari 2026 paling lambat tanggal 15 Juni 2026 dan tahap II bisa disalurkan mulai Bulan April paling lambat mengikuti ketentuan langkah-langkah akhir tahun 2026.

Sampai dengan Bulan akhir Maret 2026 Kabupaten Tanah Bumbu telah menyalurkan dana desa sebanyak 148 Desa dengan nilai nominal sebesar Rp24.704.395.000,- atau 54,09% dari pagu Rp45.670.776.000,-. Penyaluran dimulai bulan Februari  2026 untuk 24 desa sebesar Rp4.233.840.400,- bulan Maret 2026 sebanyak 124 desa nonimal sebesar Rp20.470.554.600,-. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu selalu leading dalam penyaluran Dana Desa dari tahun ke tahun. Dengan tersisa 4 desa di tahap I di Bulan Maret, maka Tahap II akan disalurkan mulai Bulan April 2026.

Semangat dan komitmen semua pihak yang terlibat dalam percepatan penyaluran Dana Desa tentu sangat memberikan pengaruh positif pada geliat ekonomi di Kabupaten Tanah Bumbu.



Kamis, 08 Januari 2026

S U W U N G

 

Hiruk pikuk dunia menyilaukan mata, indah penuh pesona dan menggoda. Nampak cantik elok rupawan bak gadis belia yang sedang mekar. Gedung tinggi pencakar langit, gemerlap lampu warna-warni menambah keindahan pandangan mata. Iklan barang aneka rupa, ditampilkan begitu menarik bagai sihir yang mengalihkan focus, seolah-olah itulah yang harus diraih digapai, kalau tidak maka dianggap sebagai bagian manusia yang gagal.

Teknologi baru terus diciptakan semakin canggih semakin memudahkan dan menyederhakan pekerjaan katanya demikian, tapi faktanya teknologi semakin canggih dan manusiapun semakin sibuk, semakin ruwet pikirannya, semakin banyak keinginan yang meminta untuk dipuaskan.

Satu keinginan terwujud gembira sejenak lalu berangan-angan lagi mencari keinginan baru untuk dipuaskan, walau sebenarnya kepuasan itu tak pernah benar-benar terwujud, kebahagiaan yang diangankan justru terasa semakin jauh.

Ada yang bilang keinginan manusia hanya langit yang membatasinya. Benarkah demikian? Pertanyaanya langit yang mana? Dimana langit? Apakah langit benar-benar ada? Ataukah sebenarnya langit itu adanya dalam hati tiap manusia, sehingga dia sendirilah yang bisa menentukan batasnya. Mari merenung..

Kesenangan dunia bak fatamorgana semakin dikejar semakin  lari, kesenangan dunia bagai minum air laut semakin diminum semakin kehausan, semakin ingin memuaskan kesenangan dunia, yang ditemui justru rasa semakin kekurangan. Mari menyadarinya… bukankah Tuhan sudah sering berbicara dengan umatnya, Ketika terlalu sibuk maka tubuh sakit, ketika terlalu banyak angan-angan maka hati menjadi gelisah, ketika terlalu khawatir dengan hari esok maka rasa cemas yang timbul dan tubuh merespon dengan gejala-gejala psikosomatis. Bukankah itu Bahasa Tuhan sebagai reminding system, sebagai pengingat manusia…

Sentilan Tuhan terkadang begitu halus lembut hampir tidak dikenali, lagi-lagi karena terlau haus  untuk mengejar meraih kesenangan sehingga teguran demi terguran lewat begitu saja seolah itu hanyalah kejadian biasa. Sampai pada satu titik jiwa terasa kosong, hati begitu kering makna, rongga dada serasa hampa. Tak tahu lagi harus kemana dan harus bagaimana yang terasa hanya kosong dan kering….

Pada titik nadir itulah baru dia ingat kalau memiliki rumah yang telah lama ditinggalkan, lama kosong tak berpenghuni atau sebenarnya berpenghuni hanya saja sang penghuni lupa kalau punya rumah dan sedang berada didalam rumah. Rumah sejati itu tidak pernah jauh, dia berada dalam hati yang selalu membersamai kemanapun pergi, hanya perlu menyadari, kalau sebenarnya punya rumah yang damai dan penuh cinta dan kasih saying. Rumah yang perlu dinyalakan lampunya yang perlu disirami tamannya dijaga kebersihannya, sehingga membuat sang penghuni betah berada di dalamnya. Pertanyaannya kapan mau pulang, mau pulang dengan sukarela atau dipaksa pulang.

Tuhan Maha Sabar, dia menunggu saat hamba menyadari keberadaanNya, hamba menyadari telah tiba waktunya untuk kembali pada kesejatian yang penuh welas asih, damai dan bahagia. Menanggalkan semua predikat yang menempal pada tubuh fisiknya, yang membuatnya lupa akan dirinya.

Dia mulai mencari cara untuk melepaskan atribut dirinya entah jabatan atau kepemilikan yang selama ini dianggap miliknya. Dia menyadaari keriuhan hati pikiran dan perasaanyalah yang membuatnya chaos, membuat lupa diri. Saat itulah dia mulai rasa hati dan jiwa yang tenang akan mampu membawanya  kembali pada diri sejati, yang  mampu mengalir pada skenario hidup yang tersedia tanpa berusaha memodifikasinya. Mustahil menerima skenario hidup bila pikiran perasaan hati pikiran dan perasaan yang  bergejolak, kunci awal hanyalah tenang, tenang dan tenang.

Menepi dan menyendiri sejenak terkadang diperlukan untuk lebih mawas diri, mengenal diri yang selama ini telah lupa diri, tertutup banyak atribut predikat yang sengaja disematkan demi mendapatkan pengakuan. Berdiam diri memungkinkan manusia berkomtemplasi, berdialog dengan diri sendiri untuk mulai mengenal dirinya kembali. Sehingga pelan-pelan segala atribut predikat yang menutupi diri sejati bisa dikelupas satu persatu.

Semua teori diatas barulah sbagai informasi yang diterima sehingga menjadi pengetahuan, tapi setidaknya pengetahuan bisa menjadi bekal diri saat mengalami.

Hidup penuh kejutan dan keajaiban berhias misteri indah, tiba-tiba covid datang tanpa permisi, tiba-tiba badai PHK tak tekendali, kaget, chaos, panik, takut, khawatir, cemas, serasa janjian datang bersamaan, membuat tubuh oleng mata berkunang-kunang, tak berani lagi mengunci pintu lawang karena takut tubuh akan tumbang, tak kuasa lagi memegang stang bulat maupun panjang, panik dikeramaian keringat dingin bercucuran, pundak dan tengkuk kaku seperti berisi bebatuan. Reset ulang hidup tak bisa ditunda lagi.

Beruntung masih tersisa sedikit kewarasan…dalam perenungan mulailah berpikir….mau  sampai kapan seperti ini? Takut cemas khawatir terus menerus, apakah kau menghina Tuhan berpikir ciptaanNya begitu rapuh dan gampang tumbang, bukankah Dia Yang Maha Sempurna tentu ciptaanNya pun sempurna. Maka diamkanlah pikiranmu…. merenunglah, berhentilah mengarang cerita honor dalam anganmu, cukupkanlah anganmu disini saat ini,jangan berlari terlalu jauh. Ajak angan, hati, dan pikiranmu diam menikmati, karena yang telah lewat tak akan kembali dan esok hanyalah ilusi.

Apakah semudah itu? Jawabnya TIDAK..ada penolakan-penolakan dari ego yang selalu mau dimenangkan. Apakah bisa..tentu bisa atau setidaknya paksa diri untuk bisa dan berlatih bisa, berlatih lagi, lagi dan lagi sampai pada satu titik terbiasa.

Melatih diri menjeda dalam hening suwung dan tenang maka segala yang datang menjadi melambat, mampu dipetakan dengan lebih jelas, mampu dipilah dan pilih, ke-chaos-anpun pelan-pelan terurai.

So dalam suwung tenang damai bahagia hadir membersamai, dalam hening memberi energi.. tercipta hal-hal baru tercipta kini. maka MARI MENGHENING MAKA AKAN MENCIPTA!!!

Kamis, 04 Desember 2025

Surga Neraka dalam Sehari

 Sesungguhnya dalam setiap kesulitan ada kemudahan dan sesungguhnya dibalik kemudahan ada kesulitan yang mengiringi, begitulah fluktuasi kehidupan, karaena ketika hidup telah melandai maka pebelajaran telah usai jam pelajaran telah berakhir dan itulah saat yang tepat untuk pulang. Artinya saat masih menemui up down naik turun susah senang,,bersyukurlah masih ada waktu untuk hidup untuk belajar, jam pelajaran belum usai atau bahkan disuruh remidi.

Hari ini aku ingin memakanai hal kurang nyaman sebagai neraka, yang yang terasa nyaman  sebagai SURGA. bolehlah kiranya diri ini berlatih menerima kenyataan seapa adanya. Karena hidup  tak bisa  dipaksa semua mengalir, semua datang pergi silih berganti. 

Kelalaianku membawa konsekuensi lumayan panjang, hanya karena tidak teliti membaca, membawa kompensasi kekecewaan beberapa orang. pada akhirnya  kadang manusia dipaksa mengakui bahwa dia manusia yang terbatas segalanya. kata maaf kiranya yang bisa diucapkan. Dimaafkan atau tidak tak ada bedanya. aku telah memaafkan diriku sendiri. dan telah melepaskan rasa bersalahku. dan mengijinkan diriku mendapatkan aliran ampunan-Nya


Dibelahan bumi lain anak itu sedang berburu kendaraan idamannya, beberapa orang menawarkan dengan harga  jauh dari harga pasar, dan diputuskan itu indikasi penipuan. orang kelima menawarkan dengan harga yang masuk akal unit ready tangan pertama dan dipakai sendiri. penantian panjang menunggu kendaraan idaman itu akhirnya datang juga.. kiranya ucapan syukur Alhamdulillah.


SURGA NERAKA DALAM  SATU FRAME HARI




Minggu, 26 Oktober 2025

BRIGADE PANGAN MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN

    Empat program utama pemerintahan Presiden Parbowo adalah swasembada pangan, makan bergiszi gratis, ketahanan energi dan hilirisaasi.  Dalam beberapa kesempatan yang berbeda presiden menyampaikan Indonesia harus mencapai swasembada pangan dalam waktu 4 tahun, pada kesempatan yang lain swasembada akan mampu dicapai dalam rentang waktu 3 tahun bahkan harus sudah mulai bisa dicapai ditahun pertama pemeritahannya. Hal tersebut menandakan betapa program swasembada pangan harus digarap dengan sangat serius.

    Keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan adalah dengan dibentuknya Brigade pangan. Brigade pangan adalah program dari Kementeian Pertanian yang bertujuan meningkatkan produktifitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dengan cara mengajak masyarakat khususnya generasi muda generasi milenial bahkan Gen Z agar mau terlibat pada sector pertanian, sehingga terjadi regerasi petani dan penumbuhan wirausaha muda pertanian.

Selain melibatkan generasi muda disektor pertanian tujuan lain pembentukan Brigade pangan, 

- terlaksananya penambahan luas tanam dan panen melalui peningkatan            Indeks  penanaman sehingga produksi meningkat.

- Terbukanya lapangan pekerjaan bagi generasi muda dengan menjadi anggota brigade pangan

- Meningkatkan penumbuhan ekonomi ditingkat desa

- Terbentuknya kemandirian petani dalam penyediaan sarana prasarana pertanian

Brigade pangan beranggotakan 15 orang dengan luasan lahan olah 200 ha, meliputi optimalisasi lahan (oplah) maupun cetak sawah rakyat (CSR). Proses pembentukan Brigade Pangan dimulai dari

-        petani mengajukan pembentukan brigade pangan ke BPP melalui penyuluh pertanian setempat

-  melakukan musyawarah dalam proses pembentukan brigade pangan menyiapkan dan menyerahkan berkas persyaratan administrasi.

-   Pengusulan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diperlukan secara berjenjang ke Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian setempat

-           Penginputan Brigade Pangan pada aplikasi SIMLUHTAN

Selanjutnya brigade pangan mendapatkan fasilitas sarana produksi pertanian meliputi benih, pupuk, pestisida, herbisida, dolomit, tractor, rotavator, drone seeder, mesin penanam benih, pompa air dan lain sebagainya.

Dalam bekerja brigade pangan menganut pola kemitraan yang saling menguntungkan yang dilaksanakna dalam kurun waktu 5 tahun dengan pemilik lahan, dan sharing profit 70% untuk brigade pangan dan 30% untuk pemilik lahan. Dengan luasan lahan olah 200 ha diproyeksikan brigade pangan berpenghasilan 10juta/bulan. Dengan asumsi dalam satu musim tanam total biaya produksi 1,97 M, omset 4,55 M (provitas 3,5 ton/ha, harga gabah 6,5rb/kg)  keuntungan usaha tani 2,58 M dengan proporsi BP dan alsintan 70% maka potensi keuntungan usaha tani BP 1,87 M pendapatan petani milenial 10,37 juta/bulan.

Pecapaian sebagaimana yang diperkirakan tentu bukan hal yang mudah sehingga ditahap awal, brigade pangan mendapatkan pendampingan dari tenaga penyuluh pertanian dengan tugas utama melakukan pendampingan brigade pangan dalam konsolidasi dengan pemilik lahan, penyusunan dan pelaksanaan kerja sama, mendampingi kegiatan budidaya tanaman padi sehingga mampu meningkatkan indeks pertanaman mulai IP 1 sampa dengan IP 3, artinya lahan musim tanam yang dikelola, mampu menghasilkan sekali panen dalam setahun hingga tiga kali panen dalam setahun.


Swasembada pangan sangat mungkin diraih

Meski tak mudah

Sabtu, 26 Juli 2025

Puisi Yang Tak Puitis

Terimakasih  atas hari yang penuh cinta
Tubuh sehat yang penuh tenaga
Kata-kata yang terdengar penuh makna
Berkah darimu alam semesta

maturnuwun..!!!!

Senja  bergeser menyambut malam
Suara burung berganti dengung sayap nyamuk
tubuh mulai merunduk
tiba waktunya untuk meringkuk

Kalau hanya dipikir maka hidup akan getir
Andai cuma dipandang maka bisa meradang
kalau bersyukur maka akan akur

Setuju to..!!

Kotabaru 26th, July 2025 21.26 WITA


Hukum paradoks tak terelakkan
Menikmati terik sinar matahari menyehatkan dan membahagiakan
walau membuat kulit menjadi legam
dan aku memilih sehat dan bahagia 
karena dua banding 1 kumaknai sebagai menang


Siang hari menghadiri undangan
undangan ulang tahun dan khitanan
Masih gagap budaya di Kalimantan
Menghadiri undangan orang yang tidak dikenal

Kenapa jadi pantun ya..ya sudahlah..


Kembang telang indah nan ungu
Dia mekar sebentar lalu layu
Begitu juga hidupku..
hari ini indah, mungkin besok akan sendu

itu pasti.... karena hidup tentang menerima dua rasa   


Hujan deras ditengah terik matahari
tetesan air menyilaukan terpendar cahaya surya
aroma tanah basah menyapa ramah masuk ke hidung
akan tetapi basahnya hanya sesaat, hilang lenyap dipeluk bumi 

itu kejadian siang tadi....hehehe..


temaram surya menuju peraduan
meninggalkan semburat warna jingga
sayup-sayup terdengar panggilanNYa
tiba saatnya kita men-jeda

maghriban lurr....


Hitam pekat tapi bukan kopi
menutupi diri tanpa hilang jati diri
tempat nyaman untuk bersembunyi
dari rasa yang terpatri...

apa maksude...
maksude wis bengi wayahe turu

22.00 Kotabaru July 27th 2025


Gemericik air kran dipagi hari
dingin menyegarkan muka.
kala basuhan  pertama terbukanya mata
menyambut hari yang sarat makna

deru asap motor mengepul di udara
melaju santai di jalan raya
tersenyum diri melihatnya dan berdoa
semoga Tuhan ijinkan berkahNya menyapa


kembali membuka tulisan lama
terkenang lagi akan cerita
cerita usang menjadi canda 
mebiarkan diri tetap gembira

nyambung ga sih...wis sakarepku 

Kau datang menari dimata
dengan senyum khasmu penuh pesona
rasa diri hampir tergoda
padahal tak lagi kau bertahta

#kelinganm

Sore menjelang pulang
rasa lapang datang mengulang
ada rindu yang menyeberang
pada tuan yang memanggil sayang

#sapa


ufuk barat merona jingga
burung seriti terbang mengembara
bagaimana ku mengolah rasa
yang sedang teraduk setengah luka

tuntas nugas hari ini
mengabdi pada negeri sampai diujung bumi
pada akhirnya akan mengisi hati
saat semua telah purna bakti

Pagi datang mengulang 
Ada cerita  yang sedang menantang
Jalan berliku serta berlubang 
Penempa diri agar tak mudah tumbang

#dakfisiktaha2 kotabaru 21 oktober 2025

Sore menjelang malam
Kututup hari dengan senyuman 
Tulus murni bagai pualam 
Guna meredam kegalauan

Sebelum mata terpejam
hujamkan rasa syukur terdalam
sejenak tengok ke belakang 
ternyata
semua yang datang membawa pesan Tuhan

#ngantuk kotabaru 21 oktober 25

Sepi digelap malam
Menekuri diri yang kadang tenggelam 
Dalam diam penuh perasaan 
Tersadar semua harus dikembalikan


terik matahari menyilaukan nurani
panasnya terasa sampe ke relung hati
bukan karena tak lagi di hati
karena memang harus berhenti


Malam melarut
Dalam dekap pekat sang gulita
Diam seribu bahasa 
Namun rasa tetap berbicara 

Ketika lututmu mulai bersuara
dia berkata
dirimu menuju renta
hiduplah dengan bahagia
terima semua jalan cerita
tak guna meronta


Kusambut pagi dengan riang
Walau langit penuh mendung melayang 
Bersiap upacara sayang 
Selamat Hari OEANG!!!

pagi hari di kotabaru 30 Oktober 2025


Yin Yang selalu bertautan
merangkai cerita tentang kehidupan
mengalir mengalun ritme dan ketukan
sampai akhirnya tuntas pembelajaran

Hujan mengguyur menjelang petang 
Percikannya dingin menyejukkan 
Gemuruh lembut yang menenangkan 
Jiwa -jiwa yang sedang melayang.

Senyum manis menyambut pagi
sinar matahari hangat menyapa bumi
apa kabarmu wahai diri sejati 
sudahkah kamu memberi arti

Tabur tuai hukum semesta
kau tanam baik maka menuai baik
sebarkan saja  terus ke semesta
tanpa pernah mengaharap dia kembali

sungguh ketulusan selalu berbalas ketulusan, 
walau mungkin balasan itu tidaklah instan
ijinkan berpikir  menjeda menjarak dan mengendapkan, 
hingga  tulusmu menyentuh perasaan

Engkau memberi begitu banyak
bagaimana mungkin aku masih meminta
maka
ijinkanlah aku belajar memberi 
hingga lupa cara meminta

Renungan Kotabaru 17 Desember 2025

Malam melarut dalam diam
Menutup terang berganti kelam
Sayup terdengar buaian alam
Tiba saatnya ku ucapkan selamat malam 🌃

Kotabaru, 21 Desember 2025 22.03 Wita

naik turun emosi tak terprediksi
dipantik situasi dan kondisi
tapi mari kita cermati
bukankah diri ini sebagai pengendali


sinau lagi Kotabaru 23 Desember 2025

Waktu bergulir bagai roda
Mengantar diri menuju senja 
Mari
Sejenak men-jarak dan menjeda
Berharap nafsu dan amarah terus mereda

Waktu bergerak bagai roda
semua sebagai pergantian waktu semata
mari 
menjarak dan menjeda
berharap diri mendewasa tak sekedar menua

Kotabaru 31 Desember 2025

Hujan deras di gelapnya subuh
Rintiknya terdengar begitu riuh
Di dermaga nelayan membuang sauh
Tiba saatnya kapal berlabuh

Kotabaru Dini hari 3 Januari 2026

luka perih buatan sendiri
merajut asa berlebih tak tahu diri
atas anugrah sang Ilahi 
karena tak pandai menyukuri

luka dalam kian menenggelam
pada lubuk yang menghujam
tak pantas diri terus menggenggam
pada apa yang harus dilepaskan

#lettinggo



Jumat, 04 Juli 2025

Dua Jimat Keramat

 


Aku memiliki 2 ibu, ibu kandung dan ibu mertua, dua-duanya Wanita hebat dimataku, Ibuku memiliki 5 anak 4 perempuan 1 laki-laki, sedangkan ibu mertuaku memiliki 5 anak juga 3 perempuan 2 laki-laki. Beliau berdua karakternya sangat berlawanan, ibuku sangat pendiam ataua dalam bahasa umum introvert sedangkan ibu mertua sebaliknya sangat terbuka atau extrovert. Perawakan ibu tinggi besar dan ibu mertua dengan perawakan pendek dengan otot yang kuat nan kokoh.

Ibuku terlahir dimasa revolusi, sekitar tahun 1947 atau 1948 dimasa itu sepertinya pendokumentasian belumlah menjadi kebutuhan yang mendesak, kelahiran seseorang seringkali hanya diingat-ingat dengan peristiwa yang terjadi missal bersamaan dengan banjir bandang, atau bebarengan dengan gunung Meletus, pun dengan penamaan terkadang juga untuk menandai peristiwa yang terjadi.

Budaya patriarki amat kental di era itu, dimana peran perempuan tidak jauh-jauh dari dapur, sumur dan kasur. Tidak banyak peran yang bisa diambil perempuan kala itu. Tunduk patuh para lelaki sebagai suaminya apapun kondisinya dan bagaimanapun perangainya.  Beberapa kali aku menjumpai beliau menangis dalam diamnya, kala itu diri ini belum paham apa yang sebenarnya sedang dirasakan olehnya. Kini setelah merasakan berumahtangga ternyata seberat itu yang harus dijalani. Sehingga dengan budaya patriarki tentu jauh lebih berat lagi. Dilarang protes bahkan tak pernah secara ekplisit mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya, pilihannya adalah nrimo dan pasrah menjalani kehidupan.

Ada saat dimana ibuku nampak begitu bahagia dalam diamnya, tubuhnya begitu segar di tahun 1996 ketka anak pertamanya pulang Kembali ke kampung setelah lama merantau, anak kedua sudah memulai membangun rumah tangganya dan anak ketiga diterima kerja, sedangkan anak keempat dan kelima masih sekolah. Dan beliau tetap pendiam dalam bahagianya tidak ada ekpresi yang berlebihanm wajahnya cerah senyumnya sumringah, itu saja yang nampak.

Fluktuasi kehidupan tak dapat dihindari, rupanya ibuku diuji ketahanan mental dalam diamnya dengan kondisi rumah tangga salah satu anaknya yang gonjang ganjing, begitu menguras emosi dan energinya, yang akhirnya nampaklah guratan kesedihan di raut wajahnya, senyum sumringahnya memudar, tubuhnyapun ikut merenta, dalam kondisi demikian, belaiu sangat luar biasanya beliau tetap tabah mampu melewati badai tersebut, berdiri kokoh dalam diamnya, tanpa curhat tanpa airmata, hanya sujud di malam hari sebagai tempat singgah yang menenangkan qalbunya.

Diujung masa hidupnya beliau terkena serangan stroke pada tahun 2019 tepatnya ditanggal 20 Oktober, pengobatan dilakukan terapi dilakukan apadaya faktor usia dan semangat hidup yang tak lagi menyala, membuat kondisi beliau terus menurun, tepat di hari Jumat 6 Agustus 2021 beliau kembali pulang kepada Pemilik sejatinya Allah Swt. In memoriam Ibuku Terima kasih teladan sabarnya.

Sungguh kepribadian yang sangat bertolak belakang, ibu mertuaku orang yang super extrovert, lugas, tegaas tanpa basa-basi. Omongannya kasar tapi memiliki hati yang sangat tulus, helpfull, sangat dermawan kepada siapapun, ga peduli keluarga ataupun orang lain, orang yang telah dikenal lama maupun yang baru dikenal. Beliau tidak memiliki pikiran jelek pada orang lain dan sangat pemaaf.

Ketika Bulan Ramadhan tiba beliau begitu antusias menyambutnya. Beberapa hari menjelang beliau akan melakukan perjalanan menuju cucu terjauh dan terbanyak. Kegemaran memasaknya sangat dinantikan cucunya, rendang, ayam goreng, sop iga, pindang tulang adalah menu andalan yang sangat digemari cucunya. Sop buah menjadi andalan minuman untuk buka puasa. Beliau begitu bahagia tatkala semua masakan ludes dalam sekejap, makin bersemangatlah beliau memasak.

Dua puluh hari Ramadhan berlalu, tibalah saat sepuluh hari terakhir. Itikaf di masjid merupakan salah satu moment yang membahagiakan beliau, selain memperbanyak ibadah, ada satu malam dimana beliau mendapatkan jatah masak bagi seluruh jamaah di masjid untuk sahur bersama, sop iga  menu andalan beliau yang pastinya disukai semua jamaah.

Setiap kelahiran cucunya beliau selalu mengusahakan hadir, dari 13 cucu beliau hanya 2 orang cucu yang tidak mendapatkan sentuhan beliau pasca kelahiran. Bahkan pernah suatu ketika beliau menghadiri kelahiran 3 cucunya yang yang hanya berselang beberapa hari dengan jarak yang berjauhan Surabaya, Jambi, Lampung. Itu dilakukan karena cinta dan sayangnya kepada anak cucu.

Suatu ketika menjelang anak keduaku lahir beliau sampai jam 2 siang setelah menempuh perjalanan Lampung Surabaya dengan naik bis. Karena tanda-tanda kelahiran makin jelas, tanpa istirahat kami ke rumah sakit dan 4 jam kemudian cucunya lahir. Malam-malam menantunya ini kalaparan pasca melahirakn dan beliau berjalan sendirian di Lorong rumah sakit yang sepi , mencari makanan apa saja agar menantunya bisa makan.

Pengalaman mendebarkan bersama ibu mertua  terjadi lagi saat aku melahirkan anak ke-3, terjadi pendarahan hebat 2 jam pasca melahirkan. Terasa ingin kencing dan bidan menyuruhku turun dari bed untuk kecing di kamar mandi. Bersamaan dengan kencing keluarlah darah segar seperti kran air. Sayup-sayup terdengar kepanikan bidan perawat dan ibu mertua ternyata aku pingsan karena terlalu banyak darah keluar. Segera badanku diangkat kembali ke bed dan dilakukan tindakan sesuai sop. Alhamdulillah kecekatan dan kesigapan ibu mertua menjadi kepanjangan tangan Allah menyelamatkanku.

Ketika waktunya sudah tiba ternyata seribu jalan menuju kepulangan. Virus Covid -19 yang sempat singgah di tubuh ibu mertua rupanya menajadi awal jalan kepualangan beliau, pasca Covid-19 tubuh beliau mulai menurun, tak lagi gesit seperti dulu, jalanpun mulai oleng sering terjatuh tanpa sebab dan mengakibatkan beberapa retakan di tulang belakang. Pengobatan dan terapi terus dilakukan akan tetapi sepertinya semangat beliau untuk sembuh telah terkikis oleh kondisi fisik yang terus melemah. Pada akhirnya beliau menyerah pada takdir , tepat malam takbiran 10 Dzulhijjah 1446 atau Jumat, 6 Juni 2025 beliau berpulang. In Memoriam Ibu mertua terima kasih teladan tulus dan baiknya hati. Dua jimat keramatku berpulang di Hari Jumat.