Minggu, 26 Oktober 2025

BRIGADE PANGAN MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN

    Empat program utama pemerintahan Presiden Parbowo adalah swasembada pangan, makan bergiszi gratis, ketahanan energi dan hilirisaasi.  Dalam beberapa kesempatan yang berbeda presiden menyampaikan Indonesia harus mencapai swasembada pangan dalam waktu 4 tahun, pada kesempatan yang lain swasembada akan mampu dicapai dalam rentang waktu 3 tahun bahkan harus sudah mulai bisa dicapai ditahun pertama pemeritahannya. Hal tersebut menandakan betapa program swasembada pangan harus digarap dengan sangat serius.

    Keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan adalah dengan dibentuknya Brigade pangan. Brigade pangan adalah program dari Kementeian Pertanian yang bertujuan meningkatkan produktifitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dengan cara mengajak masyarakat khususnya generasi muda generasi milenial bahkan Gen Z agar mau terlibat pada sector pertanian, sehingga terjadi regerasi petani dan penumbuhan wirausaha muda pertanian.

Selain melibatkan generasi muda disektor pertanian tujuan lain pembentukan Brigade pangan, 

- terlaksananya penambahan luas tanam dan panen melalui peningkatan            Indeks  penanaman sehingga produksi meningkat.

- Terbukanya lapangan pekerjaan bagi generasi muda dengan menjadi anggota brigade pangan

- Meningkatkan penumbuhan ekonomi ditingkat desa

- Terbentuknya kemandirian petani dalam penyediaan sarana prasarana pertanian

Brigade pangan beranggotakan 15 orang dengan luasan lahan olah 200 ha, meliputi optimalisasi lahan (oplah) maupun cetak sawah rakyat (CSR). Proses pembentukan Brigade Pangan dimulai dari

-        petani mengajukan pembentukan brigade pangan ke BPP melalui penyuluh pertanian setempat

-  melakukan musyawarah dalam proses pembentukan brigade pangan menyiapkan dan menyerahkan berkas persyaratan administrasi.

-   Pengusulan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diperlukan secara berjenjang ke Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian setempat

-           Penginputan Brigade Pangan pada aplikasi SIMLUHTAN

Selanjutnya brigade pangan mendapatkan fasilitas sarana produksi pertanian meliputi benih, pupuk, pestisida, herbisida, dolomit, tractor, rotavator, drone seeder, mesin penanam benih, pompa air dan lain sebagainya.

Dalam bekerja brigade pangan menganut pola kemitraan yang saling menguntungkan yang dilaksanakna dalam kurun waktu 5 tahun dengan pemilik lahan, dan sharing profit 70% untuk brigade pangan dan 30% untuk pemilik lahan. Dengan luasan lahan olah 200 ha diproyeksikan brigade pangan berpenghasilan 10juta/bulan. Dengan asumsi dalam satu musim tanam total biaya produksi 1,97 M, omset 4,55 M (provitas 3,5 ton/ha, harga gabah 6,5rb/kg)  keuntungan usaha tani 2,58 M dengan proporsi BP dan alsintan 70% maka potensi keuntungan usaha tani BP 1,87 M pendapatan petani milenial 10,37 juta/bulan.

Pecapaian sebagaimana yang diperkirakan tentu bukan hal yang mudah sehingga ditahap awal, brigade pangan mendapatkan pendampingan dari tenaga penyuluh pertanian dengan tugas utama melakukan pendampingan brigade pangan dalam konsolidasi dengan pemilik lahan, penyusunan dan pelaksanaan kerja sama, mendampingi kegiatan budidaya tanaman padi sehingga mampu meningkatkan indeks pertanaman mulai IP 1 sampa dengan IP 3, artinya lahan musim tanam yang dikelola, mampu menghasilkan sekali panen dalam setahun hingga tiga kali panen dalam setahun.


Swasembada pangan sangat mungkin diraih

Meski tak mudah