Tepat diusia 50 tahun, Minggu 28 April 2024 sesuai catatan tanggal lahir yang tertera disemua dokumen, aku memulai perjalanan jauh dalam rangka mengabdikan diri pada negara. Hal tersbut diawal saat terbitnya KEP-39 Tahun 2024, tertera nama Siti Fatimah KPPN Kotabaru. Bagian dari konsekuensi mengikuti program pengembangan talent Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Perjalanan dimulai dengan terbang bersama pesawat Citylink dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Syamsudin Noor Banjar Baru. mendarat kurang lebih pukul 11.30 an WITA, selalu ada kesan pertama ketika mengunjaakan kaki di tempat baru, icon Borneo terpampang di sudut-sudut bandara Fosil kayu Ulin, Bekantan dan motif sasirangan. Borneo salah satu pulau terbesar di Indonesia, suasana santu tanpa ada kesan masyarakatnya yang keras, semua sopan ramah dan yang pasti banyak perempuan cantik dengan kulit putih bersih. walau begitu ada beberapa gagap budaya yang terjadi
1. terjadi kelucuan saat driver kantor menjemput di bandara,,,akan lebih gampang kalau menunggu di pintu kedatangan akan tetapi mas ini menunggu di dalam mobil di parkiran, sebagai orang baru pertama kali mendarat tentu kebingungan harus menunggu dimana alhasil driver harus memutar 3x sampe akhirnya ketemu
2. Kelucuan kedua dijalan yang sepi kulirik speedo meter di mobil hanya berada dikecepatan 30 km/jam mentok-mentoknya 40 km/jam..sebagai sopir yang suka dengan kecepatan 100km/jam rasanya pengin bantu jejeg gas mobil hehehehe...
3. Saat tiba makan siang.... diperjalanan kami mampir makan siang di warung soto banjar..aroma wangi segar soto tercium,,yang menambah perut makin keroncongan...hmm terbayabg kelezatan soto banjar....dan sotonya memang sangat lezat segar, nampak pemandangan yang agak menggelitik..orang makan di warung kakinya di angkat satu tak peduli laki-laki maupun perempuan dalam bahasa jawa disebut lungguh jigrang.
gagap budaya bagiku bukanlah hal yang perlu dikeluhkan, akan tetapi lebih sebagai pengalaman baru, wawasan baru, sudut pandang baru, sebagai keragaman budaya yang memperkaya diri. dimana bumi dipijak disutulah langit dijunjung.
Borneo adalah pulau basah saya menyebutnya demikian, rawa-rawa berjajar di kanan kiri jalan yang kami dilewati, rumah kayu berdiri diatas air dan ilalang disekitarnya...terbayang..apakaah ada binatang air di rawa-rawa itu, buaya misalnya atau ular..jujur agak bergidik membayangkannya..ah sudahlah semua milik Allah.. pasti Allah sudah menyempurnakan ciptaanNya.
Perjalanan berlanjut ke Banjarmasin memenuhi undangan kakanwil, menginap semalam di Fave hotel karena undangan Kakanwil esok Senin pagi. Sejenak istirhat sore setelah perjalanan yang cukup melelahkan.
Menjelang malam bersiap untuk makan malam..sebagai sesama pendatang yang belum paham seluk beluk Kota Banjarmasin, kami menemukan warung makan berjajar sepanjang fly over, sepanjang jalan berjajar warung penyetan Lamongan sea food lamongan jadi rasanya belum berada di borneo.. bahkan bahasapun masih kental dengan aksen Jawa Timuran, ah serasa di rumah sendiri.
Fave hotel berada disampinag Duta Mall Banjarmasin, naluri perempuan bergejolak "Belanja", dengan dalih sekedar untuk melihat-lihat suasana mall, dan sedikit belanja keperluan hidup dasar di tempat baru.
Keesokan pagi bersiap untuk agenda perkenalan dan briefing dengan Kakanwil Kalimantan Selatan sebagai pembekalan para pejabat baru, dilanjutkan sejenak silaturahim dengan kawan lama Chandra dan mas Bejo sekaligus berkenalan dengan mas Kabu Toni Rediansyah yang ternyata tetangga sendiri.
sekilas gambaran kondisi kantor Kanwil di Banjarmasin, kantor cukup kecil dan sederhana untuk ukuran BUN tingkat wilayah. Breifing berlangsung dalam suasana yang hangat penuh rasa persahabatab dab kekeluargaan , singkat padat dan penuh makna tdak bertele-tele.
Kawan di minggu pertama di tempat baru langsung disambut agenda yang cukup padat, Kegiatan Kemenkeu Satu dan Supervisi Kanwil. Sedangkan kepala kantor sedang dirangkap kantor Pelaihari. So sebelum meneruskan perjalanan ke Kotabaru kami maampir dulu ke KPPN Pelaihari menjemput kepala kantor.
Sedikit gambaran tentang Pelaihari yang ternyata masuk wilayah Kabupaten Tanah Laut, berbeda dari kota Banjarmasin, Pelaihari cenderung daerah yang tanahnya padat tidak berawa-rawa sebagaimana Banjarmasain, kotanya kecil dan sepi. Sekitar pukul 14 kurang kami sampai ke KPPN Pelaihari, untuk bersama-sama menuju Kotabaru guna persiapan kegiatan Kemenkeu One di KPPN Kotabaru.
Kira-kira jam 15.30 an perjalanan berlanjut menuju kotabaru, perjalanan melewati rawa-rawa, kebun sawit, area pertambangan dan juga pantai yang terhampar cukup panjang. Saat maghrib kami mampir Masjid terapung sejenak sholat maghrib dan sekedar meluruskan kaki dan merilekskan pinggang.
Perjalanan darat yang cukup panjang dan lama, sampailah kami harus menyeberang ke pulau sebelah Pulau Laut, penyeberangan tanjung serdang, menunggu Fery sandar kira-kira 1 jam sekitaran jam 10 malam kami menyeberang, kurang lebih 1 jam akhirnya fery sandar dan sampailah kami di pulau laut, rupanya perjuangan belum berhenti sampai di penyeberangan kami masih melanjutkan perjalanan 1 jam lagi. menuju lokasi KPPN Kotabaru. Menjelang dini hari kurang lebih pkl 00.20 an akhirnya tempat yang sejak SK keluar terbayang-bayang ... akhirnya nampak di depan mata. KPPN Kotabaru terpampang pada papan neonbox dipojokan kantor.
MEMULAI CERITA BARU PETUALANGAN BARU
BISMILLAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar