Rampa Berkah Nan Indah
"Kotabaru gunungnya bamega"
sebait lirik lagu yang tidak asing di telinga...
terbayang indah gunung bamega berselimut awan nan syahdu ..rindang ilalang membentang hutan perawan yang belum tersentuh keserakahan tangan manusia .udara segar... angin berhembus halus menyentuh kulit lembutt sekali.
bersahutan terdengar bunyi-bunyian gesekan daun, kepakan sayap burung pipit, alunan nada sayap wang wung, pekikan suara bekantan, semua berpadu menjadi alunan musik alam yang indah.
Keindahan kotabaru tak berhenti di bukit Bamega
di bagian selatan terhampar panorama keindahan pantai berwarna emerald biru kehijauan cantik tenang, hanya riak ombak berkejaran menuju tepi..
sore menjelang malam kapal-kapal nelayan lalu lalang menju tengah laut menembus debur ombak laut Jawa , pasca subuh mereka kembali menepi dengan membawa hasil tangkapan ikan segar yang berlimpah.. riuh rendah suara mereka, satu-satu nelayan menaikkan hasil tangkapan.. dimulut mereka tetap terselip sebatang rokok yang mengepul.. sungguh para nelayan yang multi tasking.. ikan diterima para pedagang lalu ditimbang dan dibayar para pedagang pasar kemakmuran....... tawar menawar berlangsung begitu lugas..simbiosis mutualisme ...untung menguntungkan ...sungguh pemandangan pagi yang menyenangkan
Sayang seribu sayang di salah satu sudut kota tersaji pemandangan kampung nelayan yang kumuh kotor tidak teratur , rumah panggung berdiri berjajar tak beraturan, sampah deterjen, plastik bekas bungkus mie instant, sachet shampoo, bercampur dengan sisa makanan memenuhi bawah rumah panggung sehingga tak tampak permukaan airnya, tikus kecoa hadir tanpa diundang biawak hilir mudik mengorek sisa-sisa makanan yang berserakan begitu rupa. Oh sungguh sangat disayangkan..
Ditempat yang sama anak-anak bermain bersenda gurau, berlarian mencari temannya yang sedang bersembunyi dibalik petak papan kayu rumah panggung mereka, sebagain mereka menikmati sore dengan bermain lompat tali, kebagaian nampak jelas terpancar dari ruat wajah mereka, sungguh kebahagiaan tanpa syarat..mungkin mereka berfikir andai untuk bahagia mereka harus menunggu tempatnya bersih layak nyaman, maka hari ini mereka tidak akan sebahagia ini..
walau demikian..apakah anak-anak ini akan dibiarkan dikondisi demikian...??
Tak ada kata terlambat untuk berbenah, Pun demikian segalanya bisa diwujudkan dengan mudah asal semua mau berubah dan perlu untuk berubah..... dari yang penuh sampah menjadi rampa berkah yang indah.
and the end
Rampa Berkah bisa menjadi Kampung Warna Warni layaknya Kampung Warna Warni Joidipan Kota Malang bahkan mungkin lebih indah. Rampa berkah yang selalu bersih dan bebas dari sampah, Rampa berkah yang nyata berlimpah berkah untuk warganya....




Tidak ada komentar:
Posting Komentar